Connect With Us

SMPN 2 Pagedangan Study Tour Tiap Tahun, Wali Murid Merasa Terbebani

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 19 November 2025 | 13:38

SMPN 2 Pagedangan Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah wali murid SMPN 2 Pagedangan, Kabupaten Tangerang, merasa terbebani dengan program study tour yang tengah disiapkan pihak sekolah.

Dalam percakapan di grup WhatsApp wali murid, banyak yang mengaku keberatan dengan biaya study tour sebesar Rp600 ribu per siswa.

"Sekarang ekonomi lagi susah. Rp600 ribu untuk sekali jalan-jalan itu berat buat banyak orangtua. Di grup WA juga ramai yang keberatan, cuma pada enggak berani ngomong waktu rapat," ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu 19 November 2025.

Mereka juga mempertanyakan tradisi study tour yang dilakukan setiap tahun di SMPN 2 Pagedangan.

"Kenapa setiap tahun harus study tour, nanti kelas 8 ke Bandung, kelas 9 ke Jogja. Ini malah jadi beban terus setiap tahun," keluhnya.

Menurut para orangtua, sekolah seharusnya memberikan penjelasan tertulis mengenai alasan pelaksanaan study tour serta rincian anggaran sesuai kebutuhan.

"Harusnya ada surat resmi, ada penjelasan kegiatan dan biaya. Jangan tiba-tiba disampaikan lewat lisan lalu muncul angka Rp600 ribu," jelasnya.

Para orangtua kemudian meminta agar sekolah menghentikan tradisi study tour yang dinilai tidak ada urgensi dan dapat membebani orangtua siswa.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SMPN 2 Pagedangan Agus Santosa menegaskan sekolah tidak pernah merencanakan study tour.

Menurutnya, kegiatan yang dimaksud merupakan ko-kurikuler P8 sesuai kurikulum nasional.

"Ini kegiatan ko-kurikuler. Bukan sekadar jalan-jalan. Ada tugas dan pembelajaran yang nanti dipresentasikan siswa. Jadi ini tetap berjalan," tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

"Kami sudah lapor ke Dinas Pendidikan. Ini bagian dari program pembelajaran di luar kelas," terangnya.

Terkait lokasi, ia menjelaskan bahwa kegiatan ko-kurikuler tersebut direncanakan dilakukan di wilayah Jakarta, dengan fokus pada kunjungan edukatif.

"Rencananya kegiatan dilakukan di Jakarta, kemungkinan ke museum atau tempat edukasi lain, jika ada yang tidak bisa, dipersilakan untuk tidak ikut," jelasnya

Terkait keluhan soal biaya, Agus mengklaim semua keputusan sudah dirapatkan oleh komite dan orang tua serta ada berita acaranya.

"Kami sudah memberi tahu akan digunakan untuk apa saja biayanya secara umum," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan jika ada siswa yang tidak mampu, maka diberikan subsidi dari guru atau orangtua untuk menyertakan siswa tersebut.

BANDARA
Kemenekraf Dorong IP Lokal Mendunia Lewat Instalasi di Bandara Soekarno-Hatta

Kemenekraf Dorong IP Lokal Mendunia Lewat Instalasi di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 3 April 2026 | 21:18

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong brand lokal berbasis Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual agar mampu bersaing di panggung global.

WISATA
47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

Kamis, 2 April 2026 | 16:47

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

NASIONAL
Industri Dikepung AI, Menaker Yassierli Minta Hubungan Pekerja dan Pengusaha Naik Kelas

Industri Dikepung AI, Menaker Yassierli Minta Hubungan Pekerja dan Pengusaha Naik Kelas

Sabtu, 4 April 2026 | 14:07

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menghimbau pentingnya perubahan pola hubungan industrial di tengah perkembangan teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang terus memengaruhi dunia kerja.

PROPERTI
Pengamat Nilai Konsep Kota Mandiri Seperti Paramount Gading Serpong Kian Dilirik, Tak Hanya Soal Rumah Hunian

Pengamat Nilai Konsep Kota Mandiri Seperti Paramount Gading Serpong Kian Dilirik, Tak Hanya Soal Rumah Hunian

Kamis, 2 April 2026 | 10:54

Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan dalam pola pengembangan hunian. 

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill