TANGERANGNEWS.com-Ratusan pemukiman warga di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terendam banjir, pada Selasa 13 Januari 2026 malam.
Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, banjir melanda ratusan rumah warga dengan ketinggian beragam, antara 70 sentimeter hingga 2 meter.
Tidak adanya bantuan perahu karet membuat masyarakat setempat berinisiatif membuat perahu menggunakan galon dan bambu untuk mengevakuasi barang berharganya.
Di lokasi, tidak ditemukan satu pun warga yang masih bertahan dalam rumahnya. Seluruhnya telah memilih mengungsi.
Semakin mendekati area Sungai Cidurian yang menjadi sumber banjir, ketinggian air terlihat semakin dalam, bahkan hampir menenggelamkan seluruh bagian rumah.
Tanggul dengan tinggi kurang lebih 1 meter pun tak mampu menahan kencangnya luapan Sungai Cidurian pada Selasa malam.
Warga terdampak, Radiani, 57, mengatakan, banjir merendam ratusan rumah warga yang berada di 5 RT dan 2 RW di perumahan Taman Cikande.
"Di sini memang sering banjir, dalam dua minggu ini aja sudah tiga kali kebanjiran. Permukiman bagian belakang itu hampir dua meter tinggi banjirnya," kata Radiani pada Selasa malam.
Menurutnya, banjir pada Perumahan Taman Cikande ini disebabkan luapan aliran Sungai Cidurian. Sejak tahun 1996, permasalahan tak kunjung selesai.
"Jadi banjir di sini itu banjir kiriman, karena meski pun enggak hujan, tetap banjir kalau sungainya meluap," tuturnya.
Radiani mengungkapkan, sebagian warga telah mengungsi ke kerabatnya. Sebagian lagi masih bertahan di rumahnya masing-masing meski dalam kondisi terendam banjir.
Radiani menuturkan, ratusan warga terkena imbas banjir tersebut belum menerima bantuan logistik apa pun dari pemerintah. Bahkan warga sampai membuat perahu darurat secara mandiri untuk mobilitas.
"Yang paling kami butuhkan itu perahu, makanan, dan obat-obatan. Sampai saat ini belum ada bantuan," tutupnya.