Connect With Us

Jumlah Pembuat Kartu Kuning Meningkat

| Senin, 10 Juni 2013 | 16:27

Pemohon Kartu Kuning di Kota Tangerang. (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Jumlah pembuat kartu kuning sebagai syarat melamar kerja di Kota Tangerang meningkat pasca kelulusan sekolah. Jika rata-rata perhari ada sekitar 50 - 80 pencari kerja, jumlahnya meningkat hingga 150 - 180 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang Abuh Surahman mengatakan, peningkatan ini merupakan tren yang terjadi setiap pasca kelulusan sekolah, pasca lebaran atau saat penerimaaan CPNS.

 "Ya peningkatannya bisa 100 persen lebih, dari biasanya 50 orang bisa sampai 150 lebih," katanya.
Staff Pelaksana Bidang Penempatan Tenega Kerja Disnaker Kota Tangerang Siti Aminah mengatakan, peningkatan pembuat kartu kuning ini telah berlangsung sejak awal Juni setelah pengumuman kelulusan SMA.

Pihaknya sendiri mengantisipasi lonjakan dengan menyiapkan stok formulir kartu kuning serta memberdayakan siswa PKL untuk melayani pencari kerja.

"Pelamar kerja didominasi lulusan SMA. Pembuatan kartu kuning gatis, tinggal membawa persyaratan seperti Ijazah terakhir atau surat keterangan lulus yang asli atau fotokopi legalisir, pas foto 3x4 dan KTP Kota Tangerang," ujarnya.

Sementara jumlah pembuat kartu kuning selama bulan Januari - Mei 2013 mencapai 7043 orang. Untuk mempermudah para pelamar kerja, Disnaker juga menyediakan fasilitas informasi lowongan kerja yang dapat diakses melalui melalui Website disnaker.tangerangkota.go.id. "Melalui fasilitas ini pencari kerja bisa memilih pekerjaan sesuai kemampuan mereka," ujarnya.

Doni Firmansyah,18, siswa SMKN 4 Kota Tangerang jurusan sipil yang baru lulus tahun ini mengatakan, meski ijazahnya belum diterima, dia mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan membuat kartu kuning. "Saya sih belum tahu mau melamar di mana, yang penting punya kartu kuning dulu," ujarnya.(RAZ)
 

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

KOTA TANGERANG
Gegara Tramadol Jatuh di Jalan, Polisi Amankan 49.500 Butir di Perumahan Poris

Gegara Tramadol Jatuh di Jalan, Polisi Amankan 49.500 Butir di Perumahan Poris

Minggu, 8 Februari 2026 | 20:04

Jajaran Unit Reskrim Polsek Batuceper Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap dugaan tindak pidana peredaran obat keras jenis Tramadol dalam jumlah besar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill