Connect With Us

Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 8 Februari 2026 | 20:20

Busana koleksi Imlek 2026 yang timeless karya desainer Wilsen Willim di Pendopo, Mal Living World Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, dunia fesyen tanah air kembali diramaikan dengan gebrakan inovatif yang memadukan tradisi dan gaya hidup modern.

Bertempat di Pendopo, Living World Alam Sutera, desainer ternama Wilsen Willim resmi meluncurkan brand sekaligus koleksi terbaru bertajuk Lunar 2026, pada 5 Februari 2026.

Koleksi ini hadir sebagai jawaban bagi generasi muda yang menginginkan tampilan dinamis dan relevan tanpa kehilangan esensi budaya.

Melalui tangan dingin Wilsen Willim, nuansa peranakan kontemporer diterjemahkan ke dalam potongan-potongan busana yang minimalis namun tetap elegan.

Yang paling menarik dari koleksi ini adalah keberanian dalam mengeksplorasi palet warna. Jika Imlek identik dengan warna merah terang, Wilsen justru menghadirkan palet yang lebih matang dan berkelas.

Koleksi ini menampilkan warna merah gelap, biru gelap, biru langit, hingga berbagai gradasi abu-abu sebaga warna utama. 

Kemudian, warna hitam putih sengaja digunakan untuk memberikan kesan otoritatif dan suci murni.

"Penggunaan warna hitam dan putih kini tidak lagi dipandang tabu dalam perayaan Imlek, selama tidak ditampilkan dalam format monokrom yang identik dengan suasana duka," katanya.

Dalam sesi talk show bertema “Lunaire a La Mode”, Wilsen menjelaskan bahwa koleksi ini mengusung konsep siluet yang praktis dan fleksibel.

Ia menggunakan perpaduan material berkualitas seperti katun, renda, jacquard, rajutan, hingga suiting fabric untuk menciptakan keseimbangan antara kenyamanan dan struktur desain.

“Perubahan dan pembaharuan merupakan hal yang tidak bisa terelakkan. Koleksi ini menjawab permintaan generasi muda yang ingin tampil dinamis dalam warna-warni yang tidak terlalu mencolok, namun tetap mudah dikenakan kembali dalam keseharian,” ungkap Wilsen Willim.

Wilsen Willim, yang dikenal dengan gaya minimalis kontemporer dan potongan kincir khasnya, tetap menyelipkan perhatian khusus pada pelestarian wastra Nusantara seperti batik dan tenun dalam karya ini.

Koleksi ini mencakup berbagai jenis busana mulai dari kemeja, jaket, rompi, hingga celana dan rok yang dirancang agar mudah dipadupadankan (mix and match).

Putu Laura, Head of Pendopo, menambahkan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari upaya Pendopo untuk menghadirkan karya bernilai di mana unsur tradisi tetap relevan lintas waktu.

"Kehadiran koleksi ini diharapkan mampu menjadikan momen perayaan Imlek terasa lebih spesial dan bermakna bagi para pecinta fesyen," ujarnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill