Connect With Us

Jokowi Diundang Lihat Kondisi Cisadane

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 22 Januari 2014 | 19:26

Rano, Arief dan Zaki (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Gubernur DKI Jakarta Jokowi diundang kepala daerah Tangerang, yakni Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar untuk datang ke Tangerang melihat kondisi Sungai Cisadane saat ini.

 Hal itu menurut Zaki Iskandar setidaknya bisa membuat Jokowi mengerti kenapa Tangerang menolak proyek pembangunan sodetan Ciliwung-Cisadane. Hal itu dikatakan Zaki saat ditanya wartawan terkait rencana Jokowi yang akan melobi kedua kepala daerah di Tangerang itu.  

"Ya, saya akan undang Jokowi  untuk melihat kondisi Cisadane saat ini, " kata Zaki, Rabu (22/01). Namun, dia memastikan  apapun lobi yang akan dilancarkan Jokowi tidak akan membuat pendiriannya berubah dalam menolak rencana pembangunan sodetan tersebut.

Sedangkan  Arief  berbicara tentang teknis dalam menolak proyek tersebut. "Sudah saya bilang berkali-kali, sedimentasi Sungai Cisadane sudah cukup tinggi, saya sudah minta untuk dinormalisasi," tegasnya.
 
 
MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill