Connect With Us

Jika Gaji Buruh Naik Tinggi, Banten Bisa Anjlok

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 31 Oktober 2014 | 17:13

Ilustrasi Uang (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Sejumlah serikat buruh berbagai daerah di Provinsi Banten telah melakukan aksi demo menuntut kenaikan upah. Bahkan buruh Kota Tangerang sendiri  menuntut Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar  Rp 3,7 juta per bulan. Hingga saat ini, dewan pengupahan belum memutuskan angka KHL yang menjadi penentu besaran Upah Minium Kota (UMK).
 
Menanggapi hal tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten memprediksi jika upah minimum kota (UMK) tahun 2015 akan naik. Namun, jika kenaikan upah terlalu tinggi, dipastikan dapat menganggu iklim investasi.
 
“Penetapan umpah minimum di Provinsi belum, tapi kelihatannya akan naik. Cuma kalau naiknya melewati ambang batas para dunia usaha, tentunya akan menganggu. Ini juga akan berdampak pada pengurangan pegawai, lalu berdampak pada kesejahteraan mereka,” Kepala BKPMPT Provinsi Banten Mashuri, di Tangerang, Jumat (31/10)
 
 Mashuri mengatakan Banten sangat tergantung pada peran swasta terhadap pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah ini, kontribusinya mencapai 81,3%. 
 
Sementara kontribusi pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) hanya sebesar 10,69%. Sedangkan peran APBN terhadap pembangunan sebesar 8,01%.
 
“Ibaratnya jika APBD habis digunakan belanja pegawai, penggunaan APBN ditiadakan di Banten, ekonomi dan pembangunan masih berjalan dengan baik. Tetapi jika swasta mengurangi atau menghentikan produksi, ekonomi daerah akan anjlok,” ujarnya.
 
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BKPMPT, tuturnya, pengurangan kapasitas produksi atau bahkan penghentian produksi yang dilakukan oleh swasta dapat menghancurkan perekonomian Banten dalam waktu tiga sampai empat bulan. 
 
Untuk itu, Ketergantungan Banten terhadap peran swasta menurutnya harus segera diantisipasi oleh pemerintah.
 
“Pasalnya, penetapan upah minimum pekerja akan segera dikeluarkan, jika kenaikan upah tidak dapat diterima oleh pelaku usaha, hal tersebut akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi daerah. Jadi siklus kenaikan UMK ini harus diperhatikan, kemudian pemerintah menyelaraskannya antara angka upah yang diminta buruh dengan pengusaha,” ujar Mashuri.
 
Meski demikian, kata Mashuri, sejauh ini tidak ada kekhawatiran pihak investor untuk berinvestasi di Banten. Pasalnya, Banten masih menjadi daya tarik bagi para pengembang usaha.
 
“Dari kacamata investor, ancaman sih tidak ada. Banten, di mata investor lokal atau asing, tanpa dijelasin sudah tahu, berapa UMK-nya, wilayah mana yang cocok dibangun untuk pabrik tertentu. Ibaratnya, Banten ini seperti gadis yang cantik, diam saja sudah menarik, apalagi menari,” paparnya.
TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

BANDARA
Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:30

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang mencatatkan posisi sebagai bandara tersibuk kedua di kawasan Asia Tenggara, berdasarkan laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill