Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANG-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang terus melakukan upaya untuk berinovasi dalam pengembangan transportasi umum. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah Bus Rapid Transit (BRT). Angkutan massal dalam kota ini menjadi Rencana Strategis Dishub tahun 2014-2018 dalam rangka mengurangi kemacetan dan mengubah kebiasan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Engkos Zarkasyi Ahmad mengatakan, pihaknya menargetkan dapat meluncurkan BRT pada awal tahun 2016 dan beroperasi mengantar penumpang di dalam kota. “Saat ini armada BRT dan koridornya masih dalam tahap lelang, ditargetkan selesai di tahun ini juga sehingga bisa beroperasi Januari 2016,”jelasnya, Kamis (4/6).
Pada tahap awal, akan disediakan 10 armada BRT yang modelnya seperti mini bus dengan kapasitas maksimal 50 orang. Ke 10 bus tersebut rencananya akan beroperasi di lima koridor. Untuk uji coba, rute yang akan diajukan pada awal pengadaan adalah rute angkot T-01 (Bitung-Terminal Poris Plawad) atau T-02 (Terminal Poris Plawad-Palem Semi).
“Di rute yang akan dilintasi akan dibangun halte khusus BRT yang di dalamnya dilengkapi bus tracking yang dapat digunakan penumpang untuk mengetahui lokasi BRT di rute tersebut,” imbuh Engkos.
Selama proses lelang, Mantan Camat Pinang ini mengatakan bahwa Dishub gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Tangerang, agar mereka tertarik menggunakan BRT dan bisa berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.
“Setelah sosialiasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengusulkan penetapan koridor ke Wali Kota. Sementara untuk pengadaan armada BRT dan pembangunan halte dilakukan setelah ada pengesahan dari Wali Kota,” ungkapnya.
Terkait dengan adanya permasalahan dari angkot, Engkos meyakinkan kalau BRT dan angkot masih bisa beroperasi bersamaan, sebab penumpang masih bisa memilih mau naik angkot untuk jarak dekat atau BRT untuk jarak yang lebih jauh. “Kita juga langsung menjalin kerjasama dengan Organda agar nantinya para sopir angkot bisa diberdayakan menjadi sopir BRT, termasuk untuk investasi,” jelasnya.(ADV)
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGFree Fire terus berkembang dengan update-update baru yang membuat permainan semakin seru dan menantang. Di tahun 2026 ini, ada lima update terbaru yang penting untuk Anda.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Komisi IX DPR RI mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews