Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit
Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:07
Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
TANGERANG-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang terus melakukan upaya untuk berinovasi dalam pengembangan transportasi umum. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah Bus Rapid Transit (BRT). Angkutan massal dalam kota ini menjadi Rencana Strategis Dishub tahun 2014-2018 dalam rangka mengurangi kemacetan dan mengubah kebiasan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Engkos Zarkasyi Ahmad mengatakan, pihaknya menargetkan dapat meluncurkan BRT pada awal tahun 2016 dan beroperasi mengantar penumpang di dalam kota. “Saat ini armada BRT dan koridornya masih dalam tahap lelang, ditargetkan selesai di tahun ini juga sehingga bisa beroperasi Januari 2016,”jelasnya, Kamis (4/6).
Pada tahap awal, akan disediakan 10 armada BRT yang modelnya seperti mini bus dengan kapasitas maksimal 50 orang. Ke 10 bus tersebut rencananya akan beroperasi di lima koridor. Untuk uji coba, rute yang akan diajukan pada awal pengadaan adalah rute angkot T-01 (Bitung-Terminal Poris Plawad) atau T-02 (Terminal Poris Plawad-Palem Semi).
“Di rute yang akan dilintasi akan dibangun halte khusus BRT yang di dalamnya dilengkapi bus tracking yang dapat digunakan penumpang untuk mengetahui lokasi BRT di rute tersebut,” imbuh Engkos.
Selama proses lelang, Mantan Camat Pinang ini mengatakan bahwa Dishub gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Tangerang, agar mereka tertarik menggunakan BRT dan bisa berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.
“Setelah sosialiasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengusulkan penetapan koridor ke Wali Kota. Sementara untuk pengadaan armada BRT dan pembangunan halte dilakukan setelah ada pengesahan dari Wali Kota,” ungkapnya.
Terkait dengan adanya permasalahan dari angkot, Engkos meyakinkan kalau BRT dan angkot masih bisa beroperasi bersamaan, sebab penumpang masih bisa memilih mau naik angkot untuk jarak dekat atau BRT untuk jarak yang lebih jauh. “Kita juga langsung menjalin kerjasama dengan Organda agar nantinya para sopir angkot bisa diberdayakan menjadi sopir BRT, termasuk untuk investasi,” jelasnya.(ADV)
Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
TODAY TAGSeorang wanita berinisial HCTW, 20, ditangkap polisi setelah diduga mencoba menjual emas palsu di sebuah toko emas di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews