Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan
Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35
Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.
TANGERANG-Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang terus melakukan pemantauan harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Anyar, Malabar dan Ciledug, pasca lebaran. Dari hasi pantauan, rata-rata harga kebutuhan pokok mengalami penurunan sekitar 15-20 persen dari sebelum lebaran.
Kabid Perindustrian Disperindagkop Kota Tangerang Sudadi mengatakan, sejak dua minggu terakhir pasca lebaran, harga barang komoditas seperti daging sapi, daging ayam, cabai rawit merah dan bawang sudah turun meski masih relatif tinggi.
"Harga sudah turun dari sebelum lebaran sekitar 15 sampai 20 persen. Cuma memang masih diatas harga normal," jelasnya, Rabu (29/7).
Seperti harga daging sapi saat ini dikisaran Rp 110-130 ribu per Kg, dimana sebelum lebaran meroket hingga Rp140-150 ribu. Daging ayam yang sebelumnya Rp38-40 ribu per kg, turun menjadi Rp33 ribu. Telur ayam mengalami penurunan yang signifikan, dari sebelumnya Rp24 ribu per Kg menjadi Rp21-22 ribu per Kg.
Harga Bawang putih masih stabil Rp 20-25 ribu per Kg. Sedangkan Bawang merah sebelumnya Rp30 ribu per Kg, saat ini Rp25 ribu per kg. Harga bawang merah, kata Suadi, memang agak mahal dari harga normal lantaran pemerintah menghentikan impor bawang mewah. "Sekarang bawang merah lokal semua, jadi agak mahal, karena untuk menjaga margin jual petani. Sedangkan bawang putih 90 persen masih impor, jadi murah," jelasnya.
Namun, harga cabai rawit tidak turun, masih 50 ribu per Kg, hal ini karena erupsi gunung Raung yang menyebabkan banyak petani gagal panen.
"Petani banyak yang memanen cabai lebih awal saat masih hijau akibat erupsi tersebut. Selain itu juga kenan dampa musim kemarau. Jadi distribusi cabai agak berkurang," katanya.
Kasie Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Tangerang Fahmi Imam mengatakan, harga bahan pokok tersebut, terutama sayur-mayur diperiksi akan meningkat karena karena musim kemarau yang menyebabkan kekeringan di daerah produsen. Pihaknya sendiri tidak bisa mengintervensi karena bukan daerah produsen.
"Kita hanya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan menstabilkan harga jika sudah naik diatas rata-rata," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berupaya menciptakan masyarakat sadar akan ketahanan pangan dengan menggerakan penanaman sayur mayur, terutama cabai, di rumah. Selain itu memberikan pemahaman penggunaan bubuk cabai kering.
"Kita arahkan supaya masyarakat bisa menanam di pekarangan rumah, jadi kalau butuh tinggal petik. Cuma memang untuk cabai baru bisa panen tiga bulan. Selain itu masyarakat terbiasa mengkonsumsi cabai segar, padahal pakai cabai kering pun sama pedasnya. Ini faktor kebiasaan yang harus diubah," paparnya.(ADV)
Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.
TODAY TAGSuasana liburan di kawasan wisata bahari Pulau Pahawang, Desa Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, berubah menjadi duka.
Paramount Petals menghadirkan pengalaman baru dalam berbelanja yang lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan.
Beredar sebuah unggahan video di sosial media yang berisi video dengan narasi puluhan ibu rumah tangga (IRT) dan anak yatim menggruduk Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Rabu 25 Maret 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews