Connect With Us

Empat Saksi Mahkota Tetap Tolak Beri Keterangan

| Selasa, 27 Oktober 2009 | 17:20

TANGERANGNEWS-Empat saksi mahkota tetap menolak memberikan keterangan dalam sidang perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, di Pengadilan Negeri Tangerang, siang ini. Meski para saksi tidak mau diambil sumpah dan karena tidak mau dimintai keterangan, majelis hakim yang diketuai Arthur Hangewa tetap membuka persidangan yang mengagendakan dengar keterangan saksi keempat terdakwa. Sidang diawali oleh kesaksian dari seorang terdakwa bernama Daniel Daen Sabon, yang diduga menjadi penembak Nasrudin. Ketika duduk dikursi saksi, Daniel menolak memberikan keterangan. Lalu hakim menanyakan, apa alasannya. Dijawab Daniel, karena sama-sama terdakwa. Setelah ditanya identitasnya dan kabar saksi. Hakim pun menanyakan, soal penembakan yang diduga dilakukan Daniel. “Benarkan kamu yang menembak?” tanya Ketua Manjelis Hakim Arthur Hangewa. Mendengar pertanyaa itu, Daniel menanggapinya dengan biasa saja. “Saya menolak BAP itu,” katanya. Mendengar itu, hakim anggota Erna Marylin lalu menasihati Daniel. Dia mengatakan, dirinya wajib menasehati Daniel karena satu iman. “Kamu jangan takut mati, apalagi kalau di jalan kebenaran. Kamu masih percaya ini (alkitab) kan,?” ujar Erna. Namun tetap saja Daniel diam seraya mendengarkan BAP yang dibacakan oleh jaksa penutut umum Fauzan. Sidang kemudian dilanjutkan, ketiga tersangka lainnya yakni Heri Santosa, Hendrikus Kia Walen dan Fransiskus Tadon Keran. Sama dengan Daniel, tiga saksi mahkota lainnya juga menyatakan menolak memberikan keterangan saat majelis hakim menanyakan kepada mereka secara satu per satu. "Saya juga mau mencabut BAP. Kami sudah pikir-pikir majelis hakim yang mulia," kata Heri Santosa. Michael Wangge, penasihat hukum Eduardus, sempat menyatakan keberatan atas sikap majelis hakim. "Mereka adalah saksi yang juga terdakwa, mereka berhak mengundurkan diri seperti diatur dalam Pasal 186 KUHAP," kuasa hukum empat saksi itu. Jaksa penutut umum Fauzan mengatakan, seharusnya penolakan menjadi saksi harus ada dasarnya. Misalnya, ada hubungan keluarga dengan terdakwa , itu sesuai Pasal 168 KUHAP. Sidang rencananya akan dilanjutkan Senin (2/11) pekan depan. Majelis Hakim meminta jaksa penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa lain dalam kasus serupa, Wiliardi Wizard dan Jerry Hermawan Lo sebagai saksi. Menanggapi permintaan itu, JPU Fauzan mengatakan pihaknya sedang berusaha menghadirkan Wilardi dan Jerry. “Saat ini masih dalam proses pembuatan surat panggilan,” katanya usai sidang.(rangga/dira)
KOTA TANGERANG
Hati-hati, Ini 4 Penyakit yang Menghantui Usai Hari Raya Lebaran

Hati-hati, Ini 4 Penyakit yang Menghantui Usai Hari Raya Lebaran

Minggu, 22 Maret 2026 | 22:23

Momentum Hari Raya Idulfitri kerap membawa perubahan pada pola makan dan aktivitas harian masyarakat secara mendadak.

BISNIS
Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:21

Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

BANTEN
Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:12

Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Banten mengerahkan dua unit anjing pelacak (K9) untuk menyisir kendaraan pemudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.

OPINI
Hujan Datang, Tangerang Kembali Tergenang

Hujan Datang, Tangerang Kembali Tergenang

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:17

Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di Tangerang terdampak banjir dan macet di berbagai titik hampir selalu muncul setiap musim hujan datang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill