RS Melati Kota Tangerang Luncurkan Logo Baru
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:21
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TANGERANGNEWS.com-Pada hari buruh internasional (May Day), ratusan buruh melakukan aksi demo di depan kantor Wali Kota Tangerang, sebelum berangkat ke Jakarta siang ini, Senin (1/5/2017).
Dalam aksinya, elemen buruh dari Konfederasi Aksi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menyoroti tentang kinerja Dinas Keternagakerjaan (Disnaker) dan Perwal Larangan demo hari libur.
Kordinator Aksi, Maman Nurohman mengatakan kinerja Disnaker Kota Tangerang mendapat rapot merah dikalangan buruh se Kota Tangerang. Menurutnya pengawasan dan penindakan Disnaker terhadap perusahaan terutama yang melanggar aturan, dinilai masih minim.
Selain itu pihaknya juga mengkritisi adanya Perwal No.2 tentang larangan unjuk rasa di hari libur karena menurutnya membungkam demokrasi.
“Adanya Perwal bukti penghambatan demokrasi,” katanya.
Selain itu untuk isu secara nasional, tuntutan yang disuarakan terkait kebijakan Pemerintah dalam PP 38 tentang pengupahan. Tenaga kerja kontrak serta outsourcing.
“Maka itu dalam aksi ini kami bawa replika gurita besar sebagai simbol kebijakan pemerintah yang menjerat buruh,” pungkasnya.
Orasi dan aksi yang disampaikan ratusan masaa buruh itu berlangsung satu jam, Maman menuturkan buruh dari KASBI untuk wilayah Banten terdapat 3.000 orang.
“Secara nasional ada 20 ribu massa KASBI akan ke Jakarta,” ujar Maman.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TODAY TAGBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Tangerang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih akan terjadi pada awal Februari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews