Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Pembahasan Masuk Tahap Lanjut
Selasa, 21 April 2026 | 07:32
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TANGERANGNEWS.com-Bagi masyarakat yang hendak ngabuburit sambil berbelanja, bisa menikmati wisata belanja murah yang ditawarkan oleh 33 stand yang ikut meramaikan gelaran Bazzar Ramadan di pelataran Masjid Raya Al Azhom, Jalan Satria Sudirman, Kecamatan Tangerang. Bazzar ini diselengarakan mulai Sabtu (27/5/2017) hingga 27 hari kedepan.
Berbagai produk UKM khususnya pakaian jadi dengan harga miring dijajakan oleh para pedagang yang rata-rata berasal dari Kota Tangerang.
Produk baju muslim seperti jilbab dan gamis dengan kualitas yang tidak kalah bagus dengan pasar Tanah Abang tersedia dengan beragam pilihan. Bahkan baju batik dan buku keagamaan juga tersedia.
"Lumayanlah, kualitasnya juga cukup bagus, apalagi kalau lihat harganya," ujar Ahmad salah satu pengunjung yang terlihat sedang menawar peci di salah satu stand peserta bazzar.
Sementara itu, Siti salah satu pedagang yang menjual busana muslim menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik acara tahunan tersebut.
"Ini sangat membantu pengembagan ukm di Kota Tangerang, terutama pedagang kecil seperti kami," terangnya.
Wali Kota Arief R Wismansyah yang membuka Bazzar Ramadan tersebut mengingatkan agar selama berlangsungnya acara tersebut, para pedagang dan pembeli bisa menyeimbangkan antara urusan dunia dengan akhirat.
"Kalau ada panggilan salat, proses transaksi jual beli saya minta untuk dihentikan. Karena Allah sudah mengatur rezeki," tegasnya.
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TODAY TAGDalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, Howard Johnson by Wyndham Tangerang bersama Aroma Bumbu Eatery & Cafe menghadirkan sejumlah promo khusus bertema budaya Indonesia.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews