Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com- Seperti pepatah makan sayur tanpa garam. Mungkin itu lah yang akan dirasakan masyarakat Kota Tangerang, karena langkanya pasokan garam sepekan terakhir. Hal ini pun membuat harga garam masak yang di jual di toko-toko kelontong naik dua kali lipat dari biasanya.
Nuryani, warga kecamatan Pinang mengatakan, dirinya harus berputar-putar hanya untuk membeli sebungkus garam. Kalau pun ada, dirinya juga harus membayar dua kali lipat dari harga normal.
"Ini dapet juga udah putar-puter di tiga warung, ini juga cuma dapat bungkus kecil. Harganya naik biasanya Rp1000 sekarang Rp2000," katanya, Minggu (23/7/2017).
Nuryani melanjutkan, beberapa warung dan toko mengaku kehabisan stok karena agen besar sudah kehabisan pasokan garam yang mereka miliki. "Naiknya harga garam juga berpengaruh ke harga-harga lain. Seperti ikan asin dan ikan-ikan yang lainya juga ikut naik," katanya.
Nuryani berharap, pemerintah segera menambah stok garam yang ada, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkannya. "Soal harga naik mungkin sudah biasa, tapi kalau stoknya enggak ada itu yang menyulitkan masyarakat," pungkasnya.
Sementara menurut Uda, pedagang sembako di Kecamatan Pinang mengaku sudah sepekan dirinya belum mendapatkan stok garam dari agen tempatnya belanja. "Saya juga tidak mengetahui sampai kapan garam langka. Sekarang aja saya cuma mengandalkan stok lama aja," pungkasnya.(RAZ)
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGASN Kota Tangerang Ian Chavidz Rizqiullah resmi terpilih sebagai Ketua alumni IPDN Angkatan 22 Adipati periode 2026-2030. Ia unggul telak dalam pemilihan yang digelar secara daring melalui sistem voting elektronik.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews