103 Rumah di Solear Tangerang Rusak Dihantam Puting Beliung
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:10
Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 338 jemah haji asal Kota Tangerang bagian kelompok terbang (Kloter) ke dua Provinsi Banten diberangkatkan pada Jumat (28/7/2017) pagi, dari Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Para jamaah tersebut merupakan bagian dari total 1778 jemaah yang terbagi dalam 6 kloter. Untuk 2 kloter diberangkatkan pada hari ini dan sisanya 4 kloter diberangkatkan pada tanggal 3 Agustus nanti.
"Alhamdulillah semua jamaah kondisinya fit dan sehat walafiat mudah-mudahan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan sebaik baiknya" ujar Dedi Mahfudin, Kepala Kementrian Agama Kota Tangerang.
Dedi melanjutkan, 2 kloter yang berangkat jumlahnya full 388 orang, ditambah dengan petugas kloter sebanyak 5 orang sehingga menjadi total keseluruhan 393 orang yang berangkat pada hari ini.
Dedi menuturkan, bahwa semua jamaah telah melakukan tes kesehatan. Jika tidak, mereka tidak boleh berangkat. Selain itu semua diberi vaksin meningitis karena itu adalah persyaratan pokok. Perjalanan pulang pergi yakni selama 40 hari. Lalu pada 8 September 2017 akan kembali lagi ke indonesia.
"Keberangkatan jamaah haji 2017 melalui Embarkasi Bandara Halim Perdana Kusuma dan pada tahun ini jumlah jamaah haji meningkat dari 1428 menjadi 1778," pungkasnya.(RAZ)
Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.
TODAY TAGUntuk pertama kalinya dalam sejarah sejak tahun 2005, perhelatan musik bergengsi Java Jazz Festival 2026 resmi akan digelar di luar Jakarta.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews