Google Tolak Blokir Akun Anak di Bawah 16 Tahun, Ini Alasannya
Rabu, 1 April 2026 | 14:23
Google menolak pemblokiran akun anak di bawah usia 16 tahun secara menyeluruh sebagaimana aturan yang tercantum dalam PP Tunas.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan pelajar asal Belanda belajar membatik di SMA Negeri 2 kota Tangerang. Kegiatan tersebut bagian dari pertukaran budaya antar kedua bangsa yang rutin setiap tahun diselenggarakan, oleh Detara Foundation dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Selasa (1/8/2017).
Humas SMAN 2 Kota Tangerang Maroji menuturkan, pihaknya sangat senang bisa menerima pelajar asal Negeri kincir angin tersebut untuk merasakan suasana pendidikan dan budaya di Indonesia, khususnya di kota Tangerang.
"Salah satunya mereka belajar membatik, karena membatik merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dan mereka patut tahu itu," terangnya.
Salah seorang pelajar Belanda, Jet, mengaku senang bisa belajar membatik. Awalnya ia merasa kesulitan, namun karena dirinya suka menggambar, tak terlalu sulit baginya untuk membuat pola batik.
"Ya, saya senang bisa tahu apa itu membatik, yang katanya merupakan warisan budaya bangsa di Indonesia," ucapnya dalam bahasa Inggris.
Hal senada diungkapkan siswa Belanda lainnya, Maud, belajar membatik bersama sama cukup menyenangkan. "Saya rasa Indonesia memiliki banyak keunikan, salah satunya membatik ini. Saya senang bisa mencobanya," ungkapnya.(RAZ)
Google menolak pemblokiran akun anak di bawah usia 16 tahun secara menyeluruh sebagaimana aturan yang tercantum dalam PP Tunas.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Pemerintah memastikan rencana kegiatan belajar mengajar secara online atau daring bagi siswa sekolah yang sempat diwacanakan mulai April 2026 resmi dibatalkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews