Connect With Us

Masakan Sunda yang Memanjakan Lidah di Festival Kuliner Serpong

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 11 Agustus 2017 | 16:00

Festival kuliner Summarecon Mal Serpong (SMS) Tangerang. (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kamis (10/8/2017) petang, Area Parkir Selatan Summarecon Mall Serpong (SMS) Tangerang, telah dipadati ribuan pengunjung. Mereka datang untuk berburu kuliner khas Jawa Barat yang disajikan dalam Festival Kuliner Serpong (FKS) 2017.

Festival yang sudah ke tujuh kali digelar ini berlangsung selama satu bulan, mulai 10 agustus hingga 10 September 2017. Dengan mengusung tema “Raos Pisan Euy”, alunan musik tradisional angklung dan dekorasi bale jerami adat Ciamis pada stand makanan membuat FKS kali ini sangat kental dengan budaya tanah Pasundan.

 Festival kuliner Summarecon Mal Serpong (SMS) Tangerang.

Suasana Para pengunjung di Festival kuliner Summarecon Mal Serpong (SMS) Tangerang.

Saat dibuka sekitar pukul 17.00 WIB, pengunjung langsung membanjiri area festival. Sejumlah tenant pun tampak telah dipenuhi antrean, seperti tenant Batagor Riri Bandung dan Seblak Jeletet Murni.

“Seblaknya enak, kebetulan saya suka pedes dan ini pedes banget. Habis ini saya mau coba mie kocok dan sate maranggi,” kata Dira, salah satu pengunjung.

Head of Public Relations area Serpong PT Summarecon Agung I Made Regi Julian mengatakan, FKS selalu mengkat tema kuliner daerah di Indonesia. Jika pada tahun sebelumnya, FKS mengangkat tema Jawa Timur, kali ini pihaknya memilih Jawa Barat yang dinilai sebagai juaranya makanan daerah.

“Jawa barat kaya akan kuliner mulai dari jananan ringan sampai makanan berat, jadi cocok dengan lidah orang Indonesia,” kata Head of Public Relations area Serpong PT Summarecon Agung, I Made Regi Julian.

ceker

                                       Ceker Merecon.

Berbagai kuliner tersebut bisa dicicipi langsung di 97 tentant yang tersedia. Bahkan untuk memberikan cita rasa asli masakan tersebut, pihak SMS memboyong langsung sejumlah pedagang dari daerah asalanya.

 Festival kuliner Summarecon Mal Serpong (SMS) Tangerang.

                                         Serabi Hijau

“Sekitar 35 persen tenant kita bawa dari asli daerahnya, seperti Nasi Jamblang Mang Dul, Bakso Plekenut Dewaruci Cirebon, Cireng Cipaganti dan Batagor Riri Bandung yang sudah pasti terkenal di daerahnya,” ujar Regi.

Tak hanya kuliner, untuk memanjakan para pengunjung, ditampilkan juga tari-tarian seperti Sisingaan dan Jaipong, sehingga menambah semarak festival dan lebih mengenalkan kebudayaan asli Khas Jawa Barat.(RAZ)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill