Connect With Us

Rapat Relokasi Pasar Lembang Dijaga Ketat Aparat

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 5 Oktober 2017 | 00:00

Para Pedagang dan pihak Managemen Pasar Lembang berunding terkait di Relokasinya Pasar Lembang, Ciledug, Rabu (4/10/2017) (@TangerangNews2017 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Rapat relokasi Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, antara para pedagang dan pihak managemen pasar, dijaga aparat kepolisian, Rabu (4/10/2017) siang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, lantaran adanya berbagai isu yang dikhawatirkan menyulut amarah para pedagang.

Puluhan aparat gabungan dari Polsek Ciledug dan Satpol PP Kota Tangerang tampak bersiaga di sekitar lokasi sambil memantau perundingan kedua belah pihak.

Kabid Penertiban Umum Satpol PP Kota Tangerang Gufron Falfeli menuturkan bahwa ada sebanyak 50 personil dikerahkan untuk mengamankan kegiatan rapat relokasi pedagang. "Kita disini untuk membantu mengamankan relokasi pedagang pasar lembang ke tempat yang baru," ucapnya.

BACA JUGA : Direlokasi, Pedagang Pasar Lembang Tangerang Mengeluh

Senada dengannya, Kapolsek Ciledug Kompol Sutrisno juga mengatakan bahwa terkait dengan relokasi pedagang tidak mengalami masalah hanya beberapa pedagang keliru terkait dengan isu-isu yang muncul.

"Saya berserta dengan instansi yang terkait duduk bersama pedagang berunding menyelesaikan permasalahan yang ada," jelasnya.

Sementara Sarto dari Komunitas Pedagang Pasar Lembang pun ikut berkomentar bahwa para pedagang pasar lembang pun sudah siap untuk pindah. "Kita siap pindah, ada sekitar 300 pedagang yang baru mendaftar untuk pindah ke pasar yang baru," katanya.

PASAR

Pasar Barokah yang akan menjadi relokasi pedagang pasar lembang.

Namun Manager Operasional Pasar Barokah Imanudin pun mengklarifikasi bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan para pedagang kalau permasalahan ini hanya karena miss komunikasi saja antara kedua belah pihak.

"Disitu ada 120 pedagang yang belum terdaftar untuk relokasi, maka dari itu saya bedakan karena secara administrasi pedagang yang bernamakan bungol itu tidak ada dalam administrasi kepengurusan yang lama," katanya.

BACA JUGA : Para Pedagang di Pasar Malabar Pasrah Lapaknya Dibongkar

Menurut informasi yang dihimpun oleh Imanudin bahwa harga sewa lapak pedagang dengan berukuran 2x1,5 meter sebesar Rp3 juta 2x2 meter sebesar Rp4 juta dalam kontrak selama 2 tahun. Sementara untuk uang kas perbulan para pedagang dikenakan biaya sebesar Rp300 ribu setiap lapak.

Imanudin melanjutkan ada sebanyak 320 pedagang sudah mendaftar dan 620 lapak pedagang di Pasar Barokah sudah selesai. "850 lapak pedagang sudah disiapkan Pasar Barokah yang akan menjadi relokasi pedagang pasar lembang, 620 lapak sudah jadi sisanya masih dalam proses pembangunan," ungkapnya.(RAZ/HRU)

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

BANDARA
Bandara Soetta Siapkan Infrastruktur untuk Operasional Pesawat Komersil Terbesar di Dunia

Bandara Soetta Siapkan Infrastruktur untuk Operasional Pesawat Komersil Terbesar di Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 | 19:49

Dunia penerbangan nasional bersiap menyambut sejarah baru. Pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380-800 milik maskapai Emirates segera beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill