Connect With Us

Sungai Cisadane Digunakan Penumpang Bandara Sampai Bir Terbaik Dunia

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 20 Maret 2018 | 15:00

Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Sumarya, Deputi Airport PT Angkasa Pura II Fahroji, dan Corporate Affairs Director Multi Bintang Bambang Britono saat diskusi publik dengan tema Hari Air Sedunia di Hotel Allium Kota Tangerang, Selasa (20/3/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Pada 22 Maret 2018 merupakan hari penting dalam kehidupan manusia. Di mana hari tersebut merupakan hari perhatian publik akan pentingnya air bersih, yaitu Hari Air Sedunia.

Kota Tangerang sendiri yang memiliki sumber air yang berasal dari Gunung Gede Pangrango, bernama Sungai Cisadane, turut memperingati even internasional tersebut.

Pasalnya, eksistensi Sungai Cisadane teramat banyak manfaatnya bagi masyarakat yang menggunakan air itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Terlebih, perusahaan terbesar yang berdiri di Kota Tangerang pun turut menjadi user Sungai Cisadane seperti PT Angkasa Pura II dan Multi Bintang.

Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sumarya mengatakan, karena bersumber dari Gunung Pangrango, Bogor, Sungai Cisadane tak mungkin kehabisan air.

"Cisadane ini hulunya ada di Kota Bogor yang merupakan Kota hujan. Walaupun di Kota Tangerang kering airnya, karena di Bogor ada (hujan) ya sehingga kita masih bisa produksi," katanya di Hotel Allium Kota Tangerang, Selasa (20/3/2018).

Menurut Sumarya, pihaknya yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dibidang pengelolaan air sungai Cisadane, ada sebanyak 43.000 mitra yang memanfaatkan air ini dan jumlahnya akan terus bertambah.

"Air Cisadane masuk ke pesawat juga di pakai sama orang-orang asing di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus airnya dan dibawa kemana-mana," ucapnya.

Deputi Airport PT Angkasa Pura II Fahroji menuturkan, pihaknya sudah sejak lama bekerjasama dengan PDAM Tirta Benteng untuk bisa mengalirkan air dari sungai Cisadane ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Kita harus apresiasi terhadap sungai Cisadane. Saat ini ada 16.000 tangki di Bandara Soekarno-Hatta untuk mengalirkan air. Di sini kita punya empat tangki, satu tengki 2.000 meter kubik. Kami menjamin ketersediaan konsumen yang ada di Bandara," tuturnya.

Sementara Corporate Affairs Director Multi Bintang Bambang Britono menambahkan, perusahaan yang memproduksi bir Bintang pun menggunakan air dari Sungai Cisadane sebagai bahan baku. Bahkan, bir tersebut kini laku dipasaran dan berhasil menggaet sejumlah prestasi yang tak lain karena air Sungai Cisadane.

"90 - 95 persen terdiri dari air. Cukup baik suplai air. Kualitas airnya menang di kontes bir internasional. Ke Inggris, Jepang. Australia dan lain-lain. Cisadane menghasilkan yang luar biasa," ungkapnya.

Atas hal tersebut, terbukti bahwa air Sungai Cisadane teramat banyak manfaatnya. Tetapi sayangnya, sungai yang mengalir hingga muara Teluk Naga Kabupaten Tangerang ini dinilai memperihatinkan lantaran masih adanya sampah-sampah perkotaan yang juga turut mengambang secara bebas di sungai ini.

"Tugas menjaga Sungai Cisadane tak hanya PDAM dan mitra, tetapi seluruh masyarakat harus bisa sadar untuk menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarang," kata Bambang.(RAZ/HRU)

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

KAB. TANGERANG
Jelang Imlek, Warga Tionghoa Bersih-bersih Vihara Caga Sasana Panongan

Jelang Imlek, Warga Tionghoa Bersih-bersih Vihara Caga Sasana Panongan

Minggu, 8 Februari 2026 | 19:50

Jelang tahun baru Imlek 2577 Kongzli, puluhan warga keturunan etnis Tionghoa di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, melakukan bersih-bersih di Vihara Caga Sasana, pada Minggu 8 Februari 2026.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill