KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Kado penghargaan terbaik diterima Maesaroh Kepala SD Gebang Raya 2 pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pasalnya, dia terpilih sebagai Juara 1 dalam lomba pemilihan Kepala SD berprestasi tingkat Kota Tangerang tahun 2018.
Sebuah benda wujud dari hasil prestasi yang diraihnya berupa piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang M Yusuf.
Maesaroh menerima piala seperti menara tersebut saat peringatan Hardiknas di gedung olahraga (GOR) Dimyati, Kota Tangerang, Rabu (2/4/2018).
"Saya merasa bersyukur dengan mendapatkan peringkat pertama untuk kepala sekolah berprestasi," ucap syukur Maesaroh.
Maesaroh terpilih sebagai juara utama kepala sekolah berprestasi tingkat kota Tangerang yang diikuti 65 peserta.
Pada kesempatan bahagia tersebut, Maesaroh menuturkan harapan prestasi yang diraihnya agar dapat menjadi acuan bagi kepala sekolah lainnya dalam mengelola wadah edukasi yang lebih baik lagi sehingga anak didiknya pun ikut meraih prestasi.
"Harapan saya sebagai kepala sekolah tentunya mengharapkan putra-putri kami yang terdidik mudah-mudahan menjadi anak yang baik, pelajar yang mandiri, cerdas, dan berakhlakul karimah," harapnya.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGTumpukan sampah di TPS liar, Jalan Darussalam 1, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang masih belum teratasi meski pemerintah daerah setempat disebut telah beberapa kali meninjau lokasi.
Car Free Day (CFD) kembali hadir di Kota Tangerang pada Minggu Pagi. Warga pun tidak perlu ke pusat kota untuk menikmati suasana CFD, karena digelar di 13 kecamatan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews