Dinkes Kota Tangerang Temukan 5 Kasus Kesehatan Paling Banyak pada Anak Sekolah
Jumat, 4 September 2026 | 13:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah.
TANGERANGNEWS.com-Masyarakat Kota Tangerang akan semakin mudah mendapat pelayanan transportasi masal, karena Bus Rapid Transit (BRT) Koridor 2 jurusan Terminal Poris Plawad-Cibodas, mulai beroperasi Kamis (7/6/2018).
Bus berkapasitas 22 penumpang itu dilengkapi dengan AC sehingga nyaman bagi penumpang. Trayek baru yang dilintasi berjarak 24,5 KM dan akan berhenti di 36 titik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Saepul Rohman mengatakan, BRT Koridor 2 ini akan menambah layanan transportasi dalam kota.

"Desain armada BRT Koridor 2 ini seperti bus biasa karena tidak ada halte, hanya berhenti di bus stop. Tidak seperti armada Koridor 1 yang pintu penumpangnya tinggi, sesuai dengan haltenya," katanya.
Sebelumnya, Koridor 1 jurusan Poris Plawad-Jatiuwung yang telah beroperasi sejak tahun 2016 sudah mengalami peningkatan penumpang. "Setiap bulannya meningkat, tercatat hingga Maret 2018 ada 38 ribu penumpang," terangnya.
Untuk tarif sendiri sama seperti Koridor 1 yakni sebesar Rp2000 baik bagi penumpang umum maupun pelajar. "Kedepan akan segera ditambahkan 4 koridor lagi yakni jurusan Pinang, Ciledug, Cadas, Bandara Soekarno Hatta ke Terminal Poris Plawad," kata Saepul.(RAZ/RGI)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah.
TODAY TAGKabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.
Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews