Connect With Us

Menikmati Suasana Asri & Penuh Warna di Kampung Markisa Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 21 Juli 2018 | 21:03

Wisata Kampung Markisa, Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang kembali melaunching tempat wisata baru, yakni Kampung Markisa, Sabtu (21/7/2018). Markisa merupakan singkatan dari Mari Kita Sadar. Kampung yang dulunya kumuh kini menjadi permukiman penuh warna dan asri. 

Terletak di RW 02, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kampung Markisa secara resmi menjadi destinasi wisata ke-enam di Kota Tangerang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Rina Hernaningsih mengatakan, peresmian kampung destinasi wisata terbaru itu juga sekaligus melaunching Pasar Kampung Markisa dan Kampung Asian Games 2018 yang dibalut dengan pameran culinary night.

"Jadikan kampung Markisa ini menjadi kampung yang bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan peresmian ini ada pertunjukannya juga. Dan sekarang warga bisa berjualan di kampung Markisa karena ada pasar digital," ujar Rina dalam sambutannya.

WISATA

Saat kegiatan launching berlangsung, panitia menyelenggarakan pentas seni, lomba mural Asian Games, gerakan menyiram tanaman, permainan tradisional dan pertunjukan freestyle soccer. Para peserta pun antusias menyambut kegiatan ini.

Bahkan, pengunjung yang hadir pun joget secara bersamaan. Mereka menyemarakkan acara dengan senam Asian Games bersama Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Arief mengatakan, kampung Markisa menjadi bagian destinasi wisata yang terkoneksi dengan jalur wisata sungai Cisadane. Pasalnya, letak permukiman unik ini tak jauh dari Jembatan Berendeng.

"Destinasi ini terkoneksi dengan wisata Sungai Cisadane dan memang kampung ini hasil kreatifitas masyarakat yang kita dorong supaya punya ciri khas masing-masing," ucap Arief. 

Saat masuk ke kawasan kampung Markisa yang lokasinya juga tak jauh dari Boen San Bio, pengunjung disuguhkan berbagai mural unik di kampung tematik ini.

Di Kampung Markisa disediakan pula ruang terbuka yang dijadikan taman hijau. Bangku-bangku dari ban bekas pun tertata rapu untuk pengunjung berinteraksi.

Camat Karawaci Suli Rosadi menambahkan, Kampung Markisa yang dahulu wajahnya kumuh diubah oleh warga setempat menjadi permukiman yang asri dan bersih.

"Kampung yang merombak warga sendiri. Pemkot hanya support. Sebab kita berprinsip kalau segala-galanya dibantu pemerintah rasa memilikinya tidak ada. Jadi apa yang mereka lakukan pada dasarnya merupakan pengorbanan sendiri. Tidak atas nama pemerintah," imbuhnya.

Dia bertutur, Kampung Markisa sebelumnya pernah meraih penghargaan dalam lomba perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penghargaan itu tampak terlihat dari lingkungan sekitar yang sangat bersih.

WISATA

Seperti di setiap sudut gang dan rumah-rumah, warga menanam berbagai tanaman dari pot-pot yang memanfaatkan barang bekas. Mulai dari tanaman herbal hingga buah-buahan.

"Saya berharap warga bisa mempertahankan kebersihan lingkungannya. Karena, kebersihan itu bisa menciptakan masyarakat yang cooling down. Kalau begini kan nyaman, enak, adem," tuturnya.

Dengan kehadiran Kampung Markisa, lanjut Suli, warga setempat bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dengan membuka lapak dagangan di tenda-tenda yang telah tersedia.

"Kalau punya niat, yang support pun banyak. Karena banyak orang-orang yang senang dengan dunia perkampungan," tambahnya.

Kini, Kota Tangerang memiliki enam kampung yang menjadi tujuan berwisata yaitu di antaranya Kampung Bekelir, Kampung Hidroponik, Kampung Greenpool, Kampung 3Dimensi, Kampung Batik dan Kampung Markisa.(RAZ/HRU)

BISNIS
ALVAboard Tawarkan Solusi Kemasan Efisien di Tengah Tekanan Biaya Industri

ALVAboard Tawarkan Solusi Kemasan Efisien di Tengah Tekanan Biaya Industri

Senin, 9 Februari 2026 | 14:21

Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.

KOTA TANGERANG
HPN 2026, Sachrudin Bantu Biaya Pengobatan Wartawan yang Kecelakaan

HPN 2026, Sachrudin Bantu Biaya Pengobatan Wartawan yang Kecelakaan

Senin, 9 Februari 2026 | 19:52

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengunjungi wartawan yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN), Senin, 9 Februari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill