Connect With Us

Pengamat: Warga Gusuran di Neglasari Minim Sosialisasi

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 11 September 2018 | 17:00

Inin, warga Kampung Sukamandi, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menunjuk spanduk terkait pengosongan lahan yang dipajang warga. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Warga Kampung Sukamandi, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang bersikukuh mempertahankan lahan negara yang telah ditempatinya selama puluhan tahun.

Sebanyak 109 kepala keluarga menolak pengosongan lahan yang akan dijadikan proyek jalan irigasi di kampung tersebut sebelum adanya solusi relokasi.

Pengamat tata kota Nirwono Joga pun angkat bicara menanggapi problematika tersebut. Menurutnya, gejolak ini terjadi lantaran pemerintah Kota Tangerang minim melakukan sosialisasi terkait penggusuran lahan itu.

"Kesimpulannya bahwa ini masalah komunikasi dan sosialisasi yang tidak berjalan dengan baik," ujarnya kepada TangerangNews, Selasa (11/9/2018).

Nirwono juga menganjurkan pemerintah tidak memberi ganti rugi kepada warga yang terdampak dalam bentuk uang. Sebab, status lahan tersebut milik negara yang telah dihuni warga selama puluhan tahun sehingga dapat dianggap merugikan negara.

"Lahan milik negara ternyata ada pembiaran aset oleh pemda sejak lama. Jadi pemda tidak boleh memberi ganti rugi uang, karena sudah puluhan tahun tinggal dan mendapatkan keuntungan tentu ini merugikan negara," bebernya.

Selain itu, menurut  pengamat dari Universitas Trisakti ini, solusi yang harus diupayakan adalah warga diberi waktu dan alternatif untuk direlokasi ke rusunawa terdekat. Dekat yang ia maksud adalah dekat dengan pasar, sekolah dan mata pencaharian warga.

"Maka yang bisa dilakukan adalah menyediakan fasilitas sarana prasarana dalam hal ini hunian tempat tinggal pengganti, karena Kota Tangerang luasnya terbatas, tentu akan lebih efektif disediakan rusun dengan daya tampung lebih besar daripada rumah tapak," paparnya.

Seperti diberitakan, masalah ini berawal dari rencana Pemerintah Kota Tangerang yang ingin membangun jalan untuk menghubungkan wilayah Neglasari dengan wilayah Benda.

Pelaksanaan proyek jalan ini telah berlangsung. Sekitar 300 meter wilayah Kampung Sukamandi sudah disulap menjadi jalan yang belum sepenuhnya rampung.

Namun, belakangan proyek tersebut tersendat. Warga menolak rumahnya digusur karena belum menemukan titik terang mengenai solusi relokasi. (MRI/RGI)

BISNIS
PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

Kamis, 17 September 2026 | 16:01

PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.

KOTA TANGERANG
Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Rabu, 23 September 2026 | 19:38

Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Rabu, 23 September 2026 | 16:56

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill