Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Pengguna layanan transportasi massal Bus Rapid Trans (BRT) Kota Tangerang terus mengalami peningkatan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman, jumlah penumpang pada dua koridor BRT Kota Tangerang bertambah setiap bulannya.
Ia mengatakan, di sepanjang September 2018 lalu, BRT Kota Tangerang koridor 1 dengan trayek Terminal Poris-Jatake jumlahnya mencapai 24 ribu penumpang.
Sementara untuk BRT Kota Tangerang Koridor 2 jumlahnya mencapai 15 ribu penumpang untuk waktu yang sama.
"Artinya jumlah penumpang terus naik. Dari data yang ada, di bulan September ini penumpang naik 10 persen dari Agustus 2018," ujarnya di kantor Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Selasa (30/10/2018).
Ia memprediksi jumlah penumpang pada Oktober 2018 ini juga akan mengalami kenaikan meskipun pihaknya belum memiliki data.
Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang tersebut lantaran fasilitas transportasi massal ini terbilang nyaman, aman, bersih, cepat dan murah tarifnya, yakni jauh-dekat hanya Rp2 ribu.
"Kami sediakan fasilitas yang aman di pelayanan ini," imbuhnya.
Ia menambahkan, pihaknya merencanakan koridor BRT Kota Tangerang akan bertambah, hal ini bertujuan demi mengurai kemacetan di Kota Tangerang.
"Insyaallah kami tambah koridornya untuk masyarakat Kota Tangerang. Mari naik transportasi umum," tandasnya.(RMI/HRU)
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGSebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews