Connect With Us

Setahun Kampung Bekelir, Diadopsi hingga Sabet Pengharhaan Nasional

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 16 Desember 2018 | 08:00

Kegiatan perayaan ulang tahun Kampung Bekelir yang berusia setahun di Jalan Kali Pasir RW 01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (15/12/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Pada 19 November 2018 kemarin, destinasi wisata unggulan di Kota Tangerang, Kampung Bekelir genap berusia setahun. Meski masih baru, kampung bertema warna-warni ini berhasil menyabet dua penghargaan.

Selain itu, kampung yang kaya akan mural ini merefleksikan diri sebagai referensi bagi kampung lain untuk mengubah pemukimannya menjadi kampung tematik.

Milad Kampung Bekelir setahun ini dirayakan dengan meriah di Jalan Kali Pasir RW 01, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (15/12/2018).

Puluhan pengunjung yang hadir dalam  acara ulang tahun tersebut disuguhkan penampilan tarian asal Cipadu, RBT Band, hingga akustik.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Rina Hernaningsih mengatakan, selama setahun ini Kampung Bekelir dapat meningkatkan perekonomian warga.

Menurutnya, warga setempat menjual berbagai produk seperti kerajinan hingga kuliner khas lokal bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Bekelir.

"Sekarang lebih maju ya, banyak yang jualan makanan, kafe-kafe sehingga peningkatan ekonomi warga mulai terwujud," ujarnya sambil menunjuk jajanan Kampung Bekelir di sepanjang tepi sungai Cisadane.

Rina menuturkan, Kampung Bekelir  juga berhasil menyabet penghargaan juara II Pesona Indonesia dengan kategori kampung kreatif serta menjuarai kampung PHBS se-Kota Tangerang.

"Mudah-mudahan kedepan dengan adanya penghargaan, masyarakat lebih antusias menjaga kampungnya selalu bersih," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Babakan M Kholik mengungkapkan bahwa kampung ini masih tetap eksis menjadi destinasi wisata di Kota Tangerang yang kerap dikunjungi wisatawan asing maupun lokal.

"Di sini masih eksis, masih banyak pengunjung setiap harinya terutama dari kalangan mahasiswa untuk membuat skripsi karya ilmiahnya," ungkapnya.

Kholik mengatakan, kampung yang semula kumuh ini juga diadopsi oleh kampung lainnya untuk mengubah pemukimannya jadi memiliki nilai kearifan lokal, misalnya seperti Kampung Markisa dan Kampung Batik.

"Kampung ini sekarang sudah menjadi motivasi. Artinya, kampung lain banyak yang meniru dan mudah-mudahan ini menjadi motivasi hingga daerah lain," imbuhnya.(RAZ/RGI)

WISATA
Festival Cisadane 2026 Pecahkan Rekor Hampir 140 Ribu Pengunjung, Dongkrak Perputaran Uang Rp10,63 Miliar

Festival Cisadane 2026 Pecahkan Rekor Hampir 140 Ribu Pengunjung, Dongkrak Perputaran Uang Rp10,63 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 | 10:06

Festival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill