Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 biasanya diisi masyarakat dengan kegiatan berkumpul dan makan-makan. Masyarakat pun mulai berbelanja untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Namun momen itu kerap dimanfaatkan onkum menjual bahan makanan yang mengandung bahan kimia bebahaya, demi mendapat keuntungan.
Seperti di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Satgas Pangan Polres Metro Tangerang bersama Dinas Pangan setempat yang menemukan sejumlah usus dan daging ayam yang terindikasi mengandung formalin.
Hal itu diketahui saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 di Pasar Anyar, Kamis (19/12/2018).
Kabid Pertanian Dinas Pangan Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto mengatakan, bahwa dalam sidak tersebut petugas menyita sejumlah usus dan daging ayam yang telah diperiksa.
"Kami temukan usus dan daging ayam mengandung formalin dan jenis bahan pengawet berbahaya lainnya. Selain itu, kami juga menyita beberapa sayuran yang mengandung pestisida dari pedagang," ujarnya.
Ibnu menjelaskan, sejumlah produk makanan yang diamankan itu, hanya terdapat di lima pedagang, tidak menyeluruh. Petugas pun membawa sampel makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.
"Barang yang kami sita itu kami bawa untuk dijadikan sample produk uji laboratorium," ucapnya.
Sementara itu, Tim Satgas Pangan dari pihak Polres Metro Tangerang, AKP Supriyanto menambahkan, sidak tersebut tidak hanya meninjau bahan pangan yang mengandung pengawet berbahaya, melainkan juga memantau harga jelang Natal dan Tahun Baru 2019.
"Hasil pantauan kami bersama di Pasar Kota Tangerang, ada beberapa bahan pokok yang harganya stabil seperti beras, tapi juga ada yang meningkat," ujarnya.
Dari hasil tanya jawab kepada pedagang, Supriyanto menambahkan, kenaikan harga disebabkan keterhambatan pengiriman serta kenaikan harga dari pihak distributor.
"Meningkatnya rata-rata disebabkan dari distributornya. Karena pedagang disini banyaknya barang jualan mengambil dari luar kota," ujarnya.
Menurut Supriyanto, stok bahan pokok di Kota Tangerang dinyatakan masih mencukupi. Oleh karenanya, satgas pangan yang telah terbentuk akan terus memantau harga maupun stok di pasar. Hal tersebut guna menjaga kestabilan pangan di kota seribu industri tersebut.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa menjaga kestabilan harga," paparnya.
Supriyanto berharap, setelah sidak ini pedagang bisa tertib menjaga kualitas dagangannya, jangan sampai menjual produk yang membahayakan konsumen.
"Harapannya tidak ada lagi pedagang nalal, kalau masih ada ya kami akan tindak tegas," imbuhnya.(RAZ/HRU)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.
Seorang kurir sabu berinisial KH, 61, diringkus aparat Polres Metro Jakarta Pusat membawa 20,5 kilogram sabu-sabu di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews