Connect With Us

Jelang Natal, Ada Daging Ayam Berformalin di Pasar Anyar

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 20 Desember 2018 | 13:01

Satgas Pangan Polres Metro Tangerang AKP Supriyanto saat menunjukan membawa sampel makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya di Pasar Anyar, Kamis (19/12/2018). (TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 biasanya diisi masyarakat dengan kegiatan berkumpul dan makan-makan. Masyarakat pun mulai berbelanja untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Namun momen itu kerap dimanfaatkan onkum menjual bahan makanan yang mengandung bahan kimia bebahaya, demi mendapat keuntungan.

Seperti di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Satgas Pangan Polres Metro Tangerang bersama Dinas Pangan setempat yang menemukan sejumlah usus dan daging ayam yang terindikasi mengandung formalin.

Hal itu diketahui saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 di Pasar Anyar, Kamis (19/12/2018).

Kabid Pertanian Dinas Pangan Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto mengatakan, bahwa dalam sidak tersebut petugas menyita sejumlah usus dan daging ayam yang telah diperiksa.

"Kami temukan usus dan daging ayam mengandung formalin dan jenis bahan pengawet berbahaya lainnya. Selain itu, kami juga menyita beberapa sayuran yang mengandung pestisida dari pedagang," ujarnya. 

Ibnu menjelaskan, sejumlah produk makanan yang diamankan itu, hanya terdapat di lima pedagang, tidak menyeluruh. Petugas pun membawa sampel makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.

"Barang yang kami sita itu kami bawa untuk dijadikan sample produk uji laboratorium," ucapnya.

Sementara itu, Tim Satgas Pangan dari pihak Polres Metro Tangerang, AKP Supriyanto menambahkan, sidak tersebut tidak hanya meninjau bahan pangan yang mengandung pengawet berbahaya, melainkan juga memantau harga jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

"Hasil pantauan kami bersama di Pasar Kota Tangerang, ada beberapa bahan pokok yang harganya stabil seperti beras, tapi juga ada yang meningkat," ujarnya.

Dari hasil tanya jawab kepada pedagang, Supriyanto menambahkan, kenaikan harga disebabkan keterhambatan pengiriman serta kenaikan harga dari pihak distributor.

"Meningkatnya rata-rata disebabkan dari distributornya. Karena pedagang disini banyaknya barang jualan mengambil dari luar kota," ujarnya. 

Menurut Supriyanto, stok bahan pokok di Kota Tangerang dinyatakan masih mencukupi. Oleh karenanya, satgas pangan yang telah terbentuk akan terus memantau harga maupun stok di pasar. Hal tersebut guna menjaga kestabilan pangan di kota seribu industri tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa menjaga kestabilan harga," paparnya. 

Supriyanto berharap, setelah sidak ini pedagang bisa tertib menjaga kualitas dagangannya, jangan sampai menjual produk yang membahayakan konsumen.

"Harapannya tidak ada lagi pedagang nalal, kalau masih ada ya kami akan tindak tegas," imbuhnya.(RAZ/HRU)

WISATA
Modal Rp100 Ribu Bisa Jajan Seharian! 120 UMKM Siap Manjakan Pengunjung Festival Cisadane 2026

Modal Rp100 Ribu Bisa Jajan Seharian! 120 UMKM Siap Manjakan Pengunjung Festival Cisadane 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:27

Festival Cisadane 2026 tak hanya menyuguhkan kemeriahan seni dan budaya, tapi juga menghadirkan panggung besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

TANGSEL
Pemkot Tangsel Bangun Sumur Dalam Permanen Atasi Kekeringan Jangka Panjang

Pemkot Tangsel Bangun Sumur Dalam Permanen Atasi Kekeringan Jangka Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:56

TANGERAGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih akibat musim kemarau. Fokus penanganan diarahkan pada penyediaan infrastruktur permanen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill