Zohran Mamdani Diproyeksikan Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York
Rabu, 5 November 2025 | 12:34
Nama Zohran Mamdani menjadi sorotan dunia usai hasil proyeksi pemilu menunjukkan dirinya unggul jauh dalam pemilihan Wali Kota New York.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali menggelar kegiatan Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Angkatan II yang berlangsung di Ruang Diklat BKPSDM Gedung Cisadane Lt. 3, Tangerang, Selasa (9/4/2019).
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah membuka kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 40 ASN. Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 9 hingga 12 April 2019.
Dalam arahannya Arief mengungkapkan proses pengadaan barang dan jasa menjadi fase penting dalam suksesnya program pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot.
"Pembangunan bisa dilaksanakan dengan cepat kalau proses pengadaannya juga cepat dan sesuai aturan," ucap Arief dalam pembukaan pelatihan yang juga dihadiri oleh kepala BKPSDM Kota Tangerang.
Arief menambahkan pegawai Pemkot yang menjadi petugas pengadaan barang dan jasa di masing - masing OPD agar maksimal dalam menjalankan tugasnya.
"Tidak ada yang perlu ditakuti asalkan sesuai aturan,"
"Apabila ada keraguan atau ketidaktahuan bisa langsung ditanyakan ke narasumber," pesannya kepada seluruh peserta pelatihan.
Mengakhiri arahannya Wali Kota juga berpesan kepada para pegawai yang mengikuti pelatihan untuk bisa menjadi tutor bagi pegawai lain yang belum mengikuti pelatihan.
"Apalagi pekerjaan pengadaan yang harus dilakukan masih banyak banget yang belum dilelang," tutupnya.(MRI/RGI)
Nama Zohran Mamdani menjadi sorotan dunia usai hasil proyeksi pemilu menunjukkan dirinya unggul jauh dalam pemilihan Wali Kota New York.
TODAY TAGKabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.
Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah memusnahkan ribuan botol miras cukup untuk menyelesaikan persoalan? Ataukah langkah ini justru berisiko menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa menyentuh akar masalah?
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews