Connect With Us

Komunitas B2W Gajah Tunggal Mudik Pakai Sepeda

Muhamad Heru | Rabu, 29 Mei 2019 | 16:35

Pelepasan karyawan Gajah Tunggal yang mudik menggunakan sepeda di halaman PT Gajah Tunggal Tbk, Rabu (29/5/2019). (TangerangNews/2019 / Muhamad Heru)

 

TANGERANGNEWS.com-Berbagai macam alat transportasi dipilih masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman demi berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Fitri.

Akan tetapi, tidak sedikit juga masyarakat yang memilih berangkat mudik dengan tak biasa, salah satunya dengan menggunakan sepeda.

Seperti yang dilakukan dua karyawan Gajah Tunggal yang juga Komunitas B2W (Bike to Work) Tangerang, yakni Mbah Suro Prayino Swiss yang mudik dengan rute Tangerang-Pemalang dan Eko Goetheng dengan rute Tangerang-Magelang yang berjarak sejauh 600 kilometer (Km).

Pelepasan karyawan Gajah Tunggal yang mudik menggunakan sepeda di halaman PT Gajah Tunggal Tbk, Rabu (29/5/2019).

Ketua SPSI Gajah Tunggal Samsul Bahri mengatakan, Komunitas B2W merupakan komunitas pekerja yang setiap hari berangkat dan pulang kerja menggunakan sepeda.

“Sudah menjadi acara tahunan bahwa Komunitas B2W selalu menyelenggarakan acara Gowes Moedik bersama,” ujar Samsul yang turut melepas dua peserta Gowes Moedik bersama perwakilan pimpinan manajemen Mr Joe, Rabu (29/5/2019).

Namun waktu start pemberangkatan keduanya berbeda. Jika Goetheng mulai gowes hari ini, Mbah Suro akan mulai berangkat pada 31 Mei 2019 malam, karena harus menunggu sampai akhir shift 2 libur.

“Tahun ini tahun kedua bagi Eko, tahun sebelumnya lebih jauh rute Tangerang-Magelang-Surabaya. Sedangkan Mbah Suro ketiga kalinya rute Tangerang-Pemalang,” ungkap Samsul.

Jalur pantura menjadi jalur favorit goweser karena medan yang lurus dan rata-rata kondisi jalan yang mulus. Rata-rata per hari, mereka akan menempuh jarak Sekitar 150 km. Jadi untuk sampai di Magelang yang jaraknya 600 Km dibutuhkan waktu kurang lebih 4 hari.

Mereka yang mudik dengan menggowes sepeda punya trik khusus agar ibadah berpuasa tidak terganggu selama menempuh perjalanan mudik.

Pelepasan karyawan Gajah Tunggal yang mudik menggunakan sepeda di halaman PT Gajah Tunggal Tbk, Rabu (29/5/2019).

“Gowes pada malam hari (Night Ride). Biasanya dimulai saat panas pantura telah mulai pudar, yaitu setelah Salat Ashar. Sambil gowes santai sambil cari dan pilih-pilih kuliner untuk persiapan buka puasa. Setelah buka puasa, Salat Maghrib lalu gowes lagi sampai Isya dan Tarawih lanjut gowes lagi full sampai sahur,” tutur Eko.

Menjelang siang hari, goweser baru akan mencari tempat beristirahat karena jam-jam tersebut sinar matahari sudah mulai menyengat.

“Malam gowes bebas makan minum dan siang untuk tidur sehingga rasa lapar karena puasa tidak terasa karena tidurnya pasti pules karena semaleman gowes,” kata Mbah Suro berbagi pengalamannya.

Biasanya saat mudik Lebaran selalu ada posko-posko yang didirikan secara sukarela oleh para relawan-relawan pesepeda di setiap kota yang fungsinya sebagai tempat istirahat, tempat informasi maupun perbaikan sepeda, termasuk bila memerlukan evakuasi dalam kondisi darurat.

Gowser yang start dari Jabodetabek biasanya akan beristirahat pertama di Karawang atau Cikampek. Selanjutnya titik istirahat berikutnya di Kota Cirebon, kemudian di Pekalongan.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

KOTA TANGERANG
Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen

Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18

Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill