Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com–Pemerintah Kota Tangerang menggelar pasar murah di Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, selama bulan Februari 2020.
Direktur PD Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati mengatakan, pasar murah ini digelar untuk merayakan HUT Kota Tangerang ke-27. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami menjual bahan-bahan sembako. Minyak, telur, ayam daging sapi, buah-buahan dan lain-lain," katanya, Rabu (12/2/2020).

Dalam pasar murah ini, kata dia, beragam harga sembako yang ditawarkan pun terbilang miring. Sehingga warga bisa lebih berhemat.
"Ayam boiler harganya di sini Rp25 ribu. Bahan-bahan sembako di sini harganya lebih murah sekitaran Rp10 ribuan dibanding pasar lain," tuturnya.
Lurah Periuk Jaya Mohammad Aam Hamdani menuturkan, para warga merasa terbantu dengan kehadiran pasar murah ini.

"Selagi warga membutuhkan dan merespon, kita bersyukur adanya pasar murah. Apalagi, dari jenis bahan dan harga cukup terjangkau," katanya.
Menurutnya, warga sangat antusias berbelanja di pasar murah ini. Bahkan, warga setuju bila pasar murah digelar tak hanya saat merayakan HUT Kota Tangerang, tetapi setiap dua pekan sekali.
"Ya, jadi semoga pihak PD Pasar bisa terus memfasilitasi pasar murah ini. Bahan-bahan sembakonya juga kalau bisa lengkap," pungkasnya.
Pasar murah rencananya ini tak hanya digelar di Periuk, tapi akan hadir secara bergilir di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.(RAZ/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGEks Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna meminta penjadwalan ulang pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Banten atas dugaan kasus pelecehan seksual
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews