PLN Surplus Listrik 3.725 MW, Pemprov Banten Optimistis Bisa Tarik Minat Investor
Jumat, 31 Juli 2026 | 10:13
Ketersediaan pasokan listrik yang melimpah menjadi salah satu modal utama Provinsi Banten dalam menarik investasi baru.
TANGERANGNEWS.com–Di tengah pandemi Covid-19 yang penyebarannya semakin masif, masyarakat di Kota Tangerang dibuat panik dengan kabar tutupnya sejumlah pasar.
Kabar santer penutupan, yakni di Pasar Induk Tanah Tinggi. Dalam informasi yang beredar di media sosial, Pasar Induk Tanah Tinggi disebut akan tutup karena kebijakan pemerintah.
"Info dari agen sayur dan buah...pasar induk tanah tinggi mulai senin s/d kamis akan di lockdown dari pemda tangerang...jd ibu2 yg butuh sayur..mayur dan buah bisa stock utk 4 hari kedepan krn pasokan pasar ciledug..dari pasar induk tanah tinggi...," bunyi pesan penutupan pasar yang beredar pada Minggu (22/3/2020).
Kabar tersebut langsung dibantah Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Tangerang Buceu Gartina. Ia menegaskan, Pasar Induk Tanah Tinggi yang dikelola swasta ini tetap beroperasi normal.
"Pasar Tanah Tinggi tidak tutup, tetap normal," jelasnya.
Sementara Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati menyatakan pasar yang dikelola pemerintah juga tetap buka seperti biasa. Ia menyebut belum ada kebijakan penutupan pasar dalam waktu dekat.
"Tidak ada yang tutup, pasar-pasar yang dikelola kami masih buka seperti biasa," katanya.
Titien juga menyatakan stok komoditas di pasar-pasar yang dikelolanya tersedia untuk melayani pembeli dalam memenuhi kebutuhan hidup.
"Stok aman," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Ketersediaan pasokan listrik yang melimpah menjadi salah satu modal utama Provinsi Banten dalam menarik investasi baru.
TODAY TAGPaket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews