KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com–Keberadaan gepeng (gelandangan dan pengemis) terpantau mulai ramai di Kota Tangerang. Selain jelang Ramadan, mereka berharap mendapatkan bantuan sosial di tengah Pandemi virus Corona ini.
Pemberlakuan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tidak menyurutkan aktivitas mereka.
Berdasarkan pantauan TangerangNews, para gepeng
marak di sekitaran Jalan Veteran, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan KH Hasyim Ashari, Kamis (23/4/2020).
Mereka hanya duduk-duduk di pinggiran jalan atau trotoar sambil menunggu seseorang atau kelompok dermawan memberikan bantuan.

Selain manusia gerobak, tak sedikit pengamen yang beraktivitas di traffic light atau lampu lalu lintas di perkotaan Tangerang.
Asmad, gepeng asal Cipondoh, mengaku sengaja duduk di pedestrian jalan hanya untuk mendapatkan bantuan.
"Kita nyari bantuan. Mau dapat sembako," ujarnya.
Menurutnya, belakangan ini keluarganya kesulitan makan. Dia menyebut banyak para dermawan yang memberikan makanan bahkan sembako di jalanan.
"Di pinggiran jalan gini kan banyak yang kasih makan," katanya.
Dia juga menambahkan tak ingin mengharapkan bantuan dari pemerintah. "Karena enggak pasti dapat," pungkasnya. (RMI/RAC)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya kembali memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka mulai Senin, 14 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews