Connect With Us

Biaya Terjangkau

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 1 Juli 2020 | 10:33

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tangerang, Cikokol, Kota Tangerang. (Istimewa / Istimewa)

Sebagai salah satu universitas swasta terbesar di Provinsi Banten dengan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang berkualitas, biaya kuliah di UMT cukup terjangkau. 

Di UMT, jenis pembayaran dibagi menjadi 3, yaitu Biaya Gedung, Baya per SKS, dan Biaya Pengembangan Pendidikan.

"Nah untuk biaya SKS di UMT itu dipukul rata, jadi per SKS nya hanya membayar sebesar Rp 100.000. Kalau biaya pengembangan pendidikan, informasi detailnya melalui situs resmi UMT," ucapnya. 

Biaya Gedung dan Biaya Pengembangan Pendidikan bisa dibayar dengan cicilan sesuai kesanggupan mahasiswa.

Pembayaran bisa dilakukan dengan transaksi antar Bank juga bisa dibayar melalui waralaba setempat; indomart, alfamart dan lainnya. Bahkan dapat hadiah cuma-cuma ketika membayar via waralaba tersebut.

 

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

TEKNO
TikTok Mulai Tertibkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun

TikTok Mulai Tertibkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun

Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32

Pemerintah resmi mulai memberlakukan aturan baru terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak mulai Sabtu, 28 Maret 2026.

NASIONAL
Harga Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter, Ini Hitungan Beban APBN

Harga Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter, Ini Hitungan Beban APBN

Jumat, 27 Maret 2026 | 19:02

Harga BBM subsidi jenis Pertalite diperkirakan berpotensi naik menjadi Rp11.500 per liter. Proyeksi itu muncul di tengah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

BANDARA
1,9 Kg Bahan Baku Ekstasi Disita di Bandara Soetta, Diduga Bakal Diproduksi di Pabrik

1,9 Kg Bahan Baku Ekstasi Disita di Bandara Soetta, Diduga Bakal Diproduksi di Pabrik

Jumat, 27 Maret 2026 | 23:03

Bea Cukai bersama Polresta Bandara Soekarno-Hatta tengah mengembangkan kasus penyelundupan 1.915 gram (1,9 Kg) bubuk MDMA yang dibawa WNA Cina inisial CJ, 39, dari Kamboja saat arus mudik Lebaran 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill