Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com–Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mulai mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Sistem perkuliahan di kampus tersebut pun untuk sementara diterapkan secara online atau daring.
Rektor UMT Ahmad Amarullah mengatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak tatap muka di kelas atau secara online melalui aplikasi diterapkan selama 16-29 Maret 2020.
"Ya, sistem perkuliahannya online menggunakan platform zoom yang dapat diunduh di Playstore dan Appstore," ujarnya kepada TangerangNews, Senin (16/3/2020).
Amarullah menuturkan bagi program studi yang menyelenggarakan praktik seperti praktik laboratorium, praktik klinik, praktik industri, dan praktik lainnya di berbagai industri eksternal juga diberhentikan sementara.
"Kami juga menunda atau membatalkan penyelenggaraan acara yang mengundang banyak pejabat atau peserta," ungkapnya.
Amarullah menambahkan pihaknya juga menyediakan hand sanitizer di sejumlah titik fasilitas umum kampus UMT. Selain itu, kata dia, petugas di setiap pintu masuk utama kampus dilengkapi alat pengukur suhu tubuh.
"Semua dilakukan demi mencegah wabah virus corona," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGLIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekosistem industri arsitektur dan desain.
PT PLN (Persero) UID Banten melalui PLN UP3 Cikupa menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terkait keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendorong iklim investasi yang lebih kondusif di daerah.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews