Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com–Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di Sungai Cisadane, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (10/9/2020). Mayat yang telah dievakuasi ini ditemukan dalam kondisi membengkak.
Menurut saksi mata, Normansyah, dirinya mendapat informasi penemuan mayat dari warga saat tengah di rumah, sekitar pukul 08.00 WIB.
Norman pun bersama warga lainnya langsung mendatangi lokasi penemuan mayat ini. Warga terjun langsung ke sungai menggunakan perahu kayu untuk mengevakuasi mayat ke pinggir sungai.

"Saya muntah karena saat diangkat tubuh mayat keluar darah," ungkapnya.
Setelah dievakuasi, mayat ini diketahui mengenakan pakaian lengkap. Namun, tidak ada identitas yang melekat pada tubuh korban. Diperkirakan usianya sekitar 40 tahunan.
"Mayatnya sudah bengkak. Kira-kira sudah tiga hari hanyut," ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karawaci Ipda Jayadi mengatakan saat divisum juga pihaknya tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat tersebut. Dirinya pun belum dapat menyimpulkan penyebab kematiannya.
"Sudah dievakuasi. Hasil identifikasi sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan. Ini mayatnya Mr X (tanpa identitas)," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGPLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Sebanyak 150 pelajar tingkat SD dan SMP mengikuti Turnamen Catur yang digelar Paramount Petals bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang di Pasar Modern Paramount Petals, Sabtu, 12 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews