4 WNA Ditangkap Selundupkan 8,6 Liter Etomiate di Bandara Soetta, Upah Capai Rp132 Juta
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:43
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menjadi target empuk jaringan narkotika internasional.
TANGERANGNEWS.com-Petugas Polres Kota Tangerang Selatan menemukan senjata tajam (Sajam) di dekat mayat yang ditemukan di kontrakan Jalan Kebantenan RT 3 RW 8, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Beberapa benda senjata tajam kita temukan, sudah kita amankan. Nanti kita akan lakukan pemeriksaan lebih dalam. Dan mudah-mudahan saya segera dapat menemukan pelakunya," kata Kasat Reskrim Polres Tansel AKP Muharram Wibisono, Selasa (25/9/2020).
Menurut keterangan saksi awal, korban berinisial HY itu diduga tewas sejak tiga hari lalu, yakni Sabtu (22/8/2020). Terakhir, korban terlihat masuk ke kontrakan tersebut bersama sang pengontrak, yakni laki-laki berinsial NZ.
"Yang tinggal di Indekos ini adalah seorang sekuriti yang bekerja di sekitar sini. Identitasnya sedang kita cari dan sedang kita lakukan pencarian," kata Wibi di lokasi, Selasa (25/8/2020).
Sementara ini, polisi baru mengamankan sejumlah barang bukti yang ada di kontrakan tersebut. Barang bukti itu kini tengah didalami polisi. Namun, petugas Kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Sebab, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi membusuk. Untuk memastikannya, usai dievakuasi jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan visum
"Kita masih coba melihat lagi, karena kondisi jenazah sudah sekitar tiga hari. Sudah tidak sempurna. Jadi sekarang dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum," ujarnya.
Seperti diketahui, sesosok mayat perempuan ditemukan di sebuah kontrakan dalam kondisi mengenaskan. Korban yang sudah membusuk itu, ditemukan dalam kondisi diikat kain karung dan terbungkus kardus. Selain itu terdapat dispenser dibagian atas mayat untuk menutupinya. (RED)
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menjadi target empuk jaringan narkotika internasional.
TODAY TAGPemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir memunculkan pertanyaan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews