Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok
Senin, 29 Juni 2026 | 19:00
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TANGERANGNEWS.com-Petugas Polres Kota Tangerang Selatan menemukan senjata tajam (Sajam) di dekat mayat yang ditemukan di kontrakan Jalan Kebantenan RT 3 RW 8, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Beberapa benda senjata tajam kita temukan, sudah kita amankan. Nanti kita akan lakukan pemeriksaan lebih dalam. Dan mudah-mudahan saya segera dapat menemukan pelakunya," kata Kasat Reskrim Polres Tansel AKP Muharram Wibisono, Selasa (25/9/2020).
Menurut keterangan saksi awal, korban berinisial HY itu diduga tewas sejak tiga hari lalu, yakni Sabtu (22/8/2020). Terakhir, korban terlihat masuk ke kontrakan tersebut bersama sang pengontrak, yakni laki-laki berinsial NZ.
"Yang tinggal di Indekos ini adalah seorang sekuriti yang bekerja di sekitar sini. Identitasnya sedang kita cari dan sedang kita lakukan pencarian," kata Wibi di lokasi, Selasa (25/8/2020).
Sementara ini, polisi baru mengamankan sejumlah barang bukti yang ada di kontrakan tersebut. Barang bukti itu kini tengah didalami polisi. Namun, petugas Kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Sebab, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi membusuk. Untuk memastikannya, usai dievakuasi jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan visum
"Kita masih coba melihat lagi, karena kondisi jenazah sudah sekitar tiga hari. Sudah tidak sempurna. Jadi sekarang dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum," ujarnya.
Seperti diketahui, sesosok mayat perempuan ditemukan di sebuah kontrakan dalam kondisi mengenaskan. Korban yang sudah membusuk itu, ditemukan dalam kondisi diikat kain karung dan terbungkus kardus. Selain itu terdapat dispenser dibagian atas mayat untuk menutupinya. (RED)
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews