Connect With Us

BPOM Dorong PMI Tangerang Percepat Sertifikasi 

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 22 September 2020 | 19:39

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat pelatihan sistem manajemen mutu bagi Unit Donor Darah (UDD) guna mempercepat sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di ballroom Hotel Allium, Kota Tangerang, Selasa (22/9/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong PMI Kota Tangerang untuk mempercepat sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) agar mampu menunjang kemandirian dalam memproduksi darah.

Hal itu diungkapkan Kasie Penilaian Sarana Produksi, Produk Biologi, dan Sarana Khusus BPOM, Nursaadah dalam pelatihan sistem manajemen mutu bagi Unit Donor Darah (UDD) di ballroom Hotel Allium, Kota Tangerang, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya, salah satu UDD yang berpotensi mengimplementasikan CPOB adalah UDD PMI Kota Tangerang. Sehingga, kata dia, PMI Kota Tangerang didorong untuk meningkatkan sistem mutu dalam pelaksanaan plasma darah.

"Manajemen mutu dalam pelaksanaan CPOB ini mencakup semua hal, mulai dari kesiapan SDM, pelayanan, sampai menyuplai darah yang berkualitas," ujar Nursaadah.

Selain meningkatkan manajemen mutu, BPOM mendorong UDD PMI Kota Tangerang untuk mampu memanfaatkan bahan baku menjadi bahan yang berkualitas. Seperti misalnya memproduksi fraksionasi plasma yang selama ini hanya didapatkan secara impor.

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat pelatihan sistem manajemen mutu bagi Unit Donor Darah (UDD) guna mempercepat sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di ballroom Hotel Allium, Kota Tangerang, Selasa (22/9/2020).

"Jadi, dengan mengimplementasikan CPOB dan meraih sertifikasinya, PMI dianggap berstandar internasional. Sehingga, PMI dapat mandiri dalam memproduksi darah," katanya.

Kepala Laboratorium UDD PMI Kota Tangerang Fajar Nugroho mengatakan pihaknya siap meraih sertifikasi CPOB dari BPOM untuk lebih meningkatkan pelayanan suplai darah bagi masyarakat.

"Tahapan sertifikasi CPOB ini kami ikuti dengan baik. Jadi, insyallah dalam waktu dekat ini kita akan meraih sertifikasi CPOB dari BPOM," katanya.

Dalam persiapan meraih sertifikasi CPOB, Fajar menuturkan UDD PMI Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan sistem mutu kualitas produk dan sistem mutu manajemen distribusi darah.

"Peningkatkan kualitas SDM juga kami prioritaskan bahwa petugas kami berikan pelatihan terbaru untuk lebih berkembang dalam memberikan pelayanan maksimal," ucapnya.

Selama ini UDD PMI Kota Tangerang menjadi rujukan dalam mendistribusikan darah kepada masyarakat yang membutuhkan. Fajar menambahkan permintaan menyuplai darah tak hanya memenuhi permintaan dari rumah sakit se-Kota Tangerang, tetapi juga rumah sakit dari berbagai daerah di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

"Rata-rata setiap hari kami mendistribusikan sekitar 300 sampai 350 kantong darah di berbagai daerah dengan tetap memprioritaskan permintaan dari Kota Tangerang," pungkasnya. (RMI/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill