ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo
Jumat, 4 September 2026 | 12:17
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Meski telah mendapat giliran, ternyata tidak sedikit sopir angkutan umum di Kota Tangerang yang menolak untuk divaksinasi COVID-19, Kamis (4/3/2021).
Alasannya, mereka menganggap sudah merasa sehat, sehingga tidak perlu dilakukan vaksinasi COVID-19.
Seperti yang diungkapkan Biduri. Sopir bus antar kota ini mengaku tidak butuh vaksinasi. "Ngapain ikut (vaksinasi), kalau kitanya sudah sehat kan enggak usah vaksin, enggak perlu lah," ujarnya di Terminal Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang.
Ia mengaku kalau rajin berolahraga jadi kunci kebugaran badannya. Makanya selama pandemi COVID-19 ini, ia merasa tidak pernah jatuh sakit.
"Alasan selain sehat karena setiap harinya olahraga banyak di rumah, sudah sehat ngapain vaksin lagi," aku Biduri.
Pasalnya, bukan hanya dirinya, banyak dari teman seperjuangannya yang tidak dilakukan vaksinasi COVID-19. "Sopir yang lain juga enggak ikut vaksin, pada sehat kok," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Asmael, dirinya mengaku tidak memerlukan vaksinasi COVID-19. Padahal busnya terparkir tepat di sebelah lokasi vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tangerang. "Sudah bang, sudah sehat enggak ikutan ah vaksin," teriak Asmael. (RAZ/RAC)
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TODAY TAGErupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.
Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews