Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian langsung melakukan penyidikan atas peristiwa kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan puluhan napi, Rabu 8 September 2021.
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri pun diturunkan dalam upaya penyidikan ini. Langkah selanjutnya adalah melakukan penyidikan sebab terjadinya kebakaran.
“Diterjunkan tim dari Puslabfor Mabes Polri dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Tangerang bekerja maraton untuk mengetahui sebab kebakaran," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di lokasi.
Fadil mengatakan, ada kemungkinan penyebab peristiwa ini adalah korsleting listrik yang terjadi di bangunan tersebut.
Baca Juga :
"Tadi saya sudah lihat di TKP, berdasarkan pengamatan awal patut diduga karena terjadi hubungan pendek arus listrik. Nanti akan didalami lagi," kata Fadil.
Pihaknya pun langsung menyiagakan di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan pasca kebakaran. Pengamanan diperkuat dengan penjagan personel dari Polri sebanyak 150 orang yang teridiri dari Brimob, Shabara, dan jajaran Polres Tangerang.
"Situasi Lapas Tangerang terkendali, warga binaan lainnya juga sudah dibawah kendali teman-teman dari Dirjen Pas. Kemudian ada pengamanan internal," pungkas Fadil.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews