Connect With Us

Disiapkan Kontrakan, Ratusan Korban Kebakaran Lapak Pemulung di Tangsel Menolak Pindah

Rachman Deniansyah | Senin, 6 September 2021 | 14:35

Lapak pemulung di wilayah Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan ludes terbakar, Rabu, 25 Agustus 2021 dini hari. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Nasib ratusan pemulung yang menjadi korban kebakaran salah satu lapak di wilayah Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, kini masih tergantung. 

Padahal sejumlah solusi sudah diberikan oleh pihak Pemerintah Kota Tangsel. Salah satunya, yakni dengan menyediakan kontrakan bagi para korban yang rumahnya hangus terbakar pada Rabu, 25 Agustus 2021 lalu. 

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menuturkan, hingga saat ini pihak pemerintah masih membujuk para korban agar mau dan bersedia menempati lokasi tempat tinggal yang baru. 

Namun negosiasi itu berjalan sangat alot, pasalnya para korban masih enggan meninggalkan kawasan lapak yang telah hancur dilahap api tersebut. 

"Kita dari pemerintah sudah mensosialisasikan dan mengupayakannya bukan tidak tahu, tapi mereka korban inginnya tetap tinggal di sana (lapak). Sekalinya ada yang ingin pindah, tapi ditolak sama pemilik kontrakan. Karena dia (korban) bawa barang-barangnya (barang hasil memulung)," ujar Pilar kepada TangerangNews.com, Senin, 6 September 2021.

Baca Juga :

Selain menawarkan kontrakan, Pilar mengatakan bahwa pihak pemerintah kota juga telah memberi solusi lain, yaitu  menyediakan tempat tinggal di rusunawa atau rumah susun. Namun, lagi-lagi tawaran itu tetap ditolak. 

"Dengan alasan tadi, kita terus upayakan bahwa solusi tersebut terbaik untuk mereka, karena kita kasihan juga," imbuhnya. 

Ratusan korban tersebut, masih sangat bersikukuh untuk tetap dapat menetap di lapak yang sudah hangus terbakar tersebut secara berkelompok. 

Padahal di sisi lain, usut punya usut ternyata tanah tersebut kini berstatus sengketa antara pihak swasta. 

"Sulit jadinya, sedangkan pemerintah tidak bisa masuk ke sana, sampai membangun kembali lapak yang terbakar karena itu lahan masih sengketa juga dari pihak swasta dengan swasta," jelasnya. 

Pilar pun berharap, agar ke depannya para korban dapat meninggalkan lapak tersebut dan mau menempati kontrakan yang sudah disediakannya. 

"Karena kan kasihan juga. Saya hanya tidak ingin ada kejadian serupa terjadi kembali. Kami hadir ini ingin mencarikan solusi. Agar mereka dapat hidup dengan layak," tandasnya. 

Sebelumnya, lapak pemulung seluas hampir dua hektare tersebut terbakar pada Rabu, 25 Agustus 2021 dini hari. Ketika para penghuninya sedang tertidur lelap. 

Dengan cepatnya, si jago merah mampu meluluhlantakkan hampir seluruh bangunan semi permanen yang terbangun di atasnya. 

Akibatnya, ratusan pemulung menjadi korbannya. Mereka terpaksa harus merelakan tempat tinggalnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

BISNIS
Kampung Telkomsel Ajak Warga Seru-seruan, Jangkau 121 Titik Sampai Tangerang

Kampung Telkomsel Ajak Warga Seru-seruan, Jangkau 121 Titik Sampai Tangerang

Kamis, 10 September 2026 | 22:13

Telkomsel menghadirkan program Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara khusus di area Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Jawa Barat (Jabotabek Jabar), sebagai wadah interaktif bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkumpul, beraktivitas

NASIONAL
Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun Bakal Jadi Jalur Baru Penyaluran Bansos

Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun Bakal Jadi Jalur Baru Penyaluran Bansos

Kamis, 10 September 2026 | 17:09

Pemerintah tengah menyiapkan skema baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui rekening bank yang diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill