Connect With Us

Nasabah Pinjol di Cipondoh Diancam Dibunuh, Pinjam Rp2,5 Juta Bayar Rp100 Juta

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:12

Seorang warga Joglo, Jakarta Barat, Dedi, Dedi mendatangi perusahaan pinjaman online (pinjol) yang digerebek Kepolisian di Green Lake City Ruko Crown Blok C1-7, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Seorang warga Joglo, Jakarta Barat, Dedi, mendatangi perusahaan pinjaman online (pinjol) yang digerebek Kepolisian di Green Lake City Ruko Crown Blok C1-7, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021.

Dedi mengaku dirinya merupakan nasabah dari perusahaan pinjol tersebut. Dia ingin melihat suasana penggerebekan pada perusahaan yang telah membuatnya nelangsa itu.

Dedi menceritakan, terjerat pinjol sejak 2019. Awalnya, Dedi memang berencana meminjam uang sebesar Rp2,5 juta. Setelah melengkapi data melalui aplikasi uang yang dia harapkan tak kunjung ditransfer oleh pihak pinjol.

"Katanya sudah ditransfer tapi saat saya cek belum ditransfer," ujarnya. 

Saat di lokasi penggerebekan, Dedi datang membawa sejumlah berkas, bukti kalau dia telah ditipu perusahaan tersebut beserta rekening koran selama dia membayar pinjaman online itu.

Dia mengungkapkan, pihak pinjol tetap menagihnya. Meskipun, Dedi sempat memberikan bukti kalau uang yang diajukan memang belum ditransfer. 

"Mereka keukeuh nagih dengan ancaman. Yasudah terpaksa saya angsur," katanya.

Kata Dedi, berbagai ancaman yang diberikan membuatnya terpaksa mengansur tagihan itu. Bukan tanpa sebab, Dedi menghawatirkan keluarganya. 

"Diancam dibunuh, anak saya mau diperkosa. Mereka ancam terus saya. Saya takut, makanya saya angsur saja," katanya.

Sejak 2019 angsuran itu tak juga lunas. Dirinya pun kebingungan namun tak melaporkan ke polisi. 

"Ada mungkin Rp100 juta ini saya bawa bukti rekening korannya. Sampai sekarang belum lunas," katanya.

Dedi pun nampak geram ketika para operator pinjol itu digiring polisi memasuki mobil untuk di bawa ke Polda Metro Jaya. Total ada 32 operator yang akan diperiksa polisi.

"Biarin aja kesel saya. Mau saya pukul tadi ngelihat mereka. Ini ternyata yang ngancem saya," pungkasnya.

NASIONAL
Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05

Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

KOTA TANGERANG
2 Residivis Kambuhan Curi 7 Motor di Tangerang hingga Jakarta

2 Residivis Kambuhan Curi 7 Motor di Tangerang hingga Jakarta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:55

Tim Jatanras Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota berhasil membekuk dua pria spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Tangerang hingga Kalideres, Jakarta Barat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill