AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com-Kaburnya narapiana narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang dicurigai ada keterlibatan petugas.
Hal itu dikatakan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Habiburokman, Senin 14 desember 2021, kemarin. Karena itu, ia meminta Kemenkumham mengusut oknum petugas tersebut.
"Kalau kita lihat metode larinya kan sederhana banget, ke garasi terus lari. Nah kan pasti ada (petugas) yang terlibat. (Jadi) silakan diusut," kata Habiburokman seperti dilansir dari Sindonews.
Habiburokman juga menyinggung kasus warga negara Cina, yakni Cai Changpan yang juga melarikan diri sebelumnya.
Ia mempertanyakan evaluasi pengamanan Lapas yang sebelumnya sudah dikritisi oleh Parlemen.
"Saat itu kita minta dievaluasi secara berkala sistem CCTV, sistem shift-nya, sistem pengecekan napinya, kita minta dievaluasi. Pertanyaannya apakah evaluasi berkala ini dilaksanakan atau enggak, gitu loh," katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, A yang merupakan narapidana asal Aceh, kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang melalui tempat cucian mobil yang lokasinya di samping lapas, di Jalan Veteran, Kota Tangerang, pada 8 Desember 2021.
Kaburnya A diduga seusai mendapat izin keluar Lapas. Dia lalu memanfaatkan kesempatan tersebut ketika tidak dipantau oleh petugas.
Namun pada Minggu 12 Desember 2021, A akhirnya dibekuk di Riau. Dia ditangkap Polda Riau setelah kabur dibantu dua rekannya. Salah satu temannya pun dikut diamankan.
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGKepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli hewan kurban dan memastikan lapak penjualan memiliki stiker resmi dari Pemkot Tangerang.
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews