Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TANGERANGNEWS.com-Tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran area Sungai Cisadane dekat Jembatan Kaca, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, mencari dua bocah laki-laki yang tenggelam, Minggu 13 Maret 2022.
"Setelah menerima informasi tersebut kami turunkan personel rescue lengkap dengan peralatan SAR air menuju lokasi kejadian," ujar Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Kedua korban yang tenggelam diketahui bernama Rizky Fadillah, 12, dan Ade Hazullabidin, 13. Mereka tenggelam ketika sedang berenang bersama tiga temannya di aliran Sungai Cisadane sekitar pukul 15.00 WIB.
Hendra menegaskan rencana upaya pencarian pada malam ini akan membagi area pencarian menjadi tiga.
Baca Juga :
Tim pertama melakukan pencarian dengan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisadane menggunakan rubber boat hingga radius 2 Km dari lokasi kejadian.
Tim kedua melakukan pencarian dengan penyisiran secara visual melalui jalur darat di bantaran Kali Cisadane hingga radius 1 Km dari lokasi kejadian.
"Tim ketiga akan melakukan pencarian dengan penyisiran di bawah permukaan air menggunakan Aqua Eye dan Underwater Searching Device (alat dengan teknologi pendeteksi objek bawah air) hingga 10 meter dari lokasi kejadian," jelas Hendra.
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TODAY TAGPolda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews