Connect With Us

GOR Damyati Kota Tangerang Terendam Banjir, DPRD: Kegagalan Perencanaan Pembangunan

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 11 Mei 2022 | 17:36

GOR Damyati Kota Tangerang Terendam Banjir 15 sentimeter, Rabu 11 Mei 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com- Gedung Olahraga (GOR) Damyati di Jalan Damyati No 56, Sukasari, Kota Tangerang kebanjiran setinggi 15 sentimeter dampak hujan lebat, Rabu 11 Mei 2022, dini hari.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang Andri S Permana mempertanyakan kinerja dinas terkait dalam merencanakan pembangunan GOR, salah satunya dalam mencegah bangunan terpendam banjir.

Ia menilai dalam proses pembangunan harusnya ada koordinasi lintas dinas terkait seperti Dispora, Dinas Perkim dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

"Ini kegagalan perencanaan sektor yang harusnya bisa diintegrasikan di awal pembangunan. Yang kedua cari, way out (jalan keluar) karena dampak genangan ini bisa mempengaruhi kualitas lapangan, sudah dicek langsung Ketua KONI," ujar Andri.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang ini menyampaikan, GOR Damyati Tangerang merupakan ikon Kota Tangerang dalam dunia olahraga. Hal tersebut sejak 1974 memiliki nilai historis yang begitu besar.

"Ini ikon, bagi saya miris terdampak banjir yang cukup parah secepatnya cari way out karena tempat ini buat Porprov (Pekan olahraga provinsi)," terangnya.

Dia menyebut, akibat dari banjirnya GOR Damyati Tangerang, lapangan untuk pertandingan tidak bisa digelar. Namun, dirinya pun menyarankan agar saluran air di GOR tersebut dibuat ground tank atau sistem yang dapat menampung air.

"Yang pasti dampaknya sarana pertandingan dan latihannya tidak bisa kita gunakan. Kita cek pemeliharaan apakah memungkinkan secepatnya untuk bisa digunakan. Saran yang paling brilian yakni ground tank harus ada, sistem untuk menampung air di sekitar GOR," jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, Andri meminta untuk dapat mengambil hikmahnya, karena untungnya kejadian ini bukan pada saat Porprov Banten berlangsung.

"Jadi Tuhan masih sayang sama kita diberikan teguran, di mana kita hari ini masih ada waktu untuk perbaikan, saya rasa secepat mungkin bisa bergotong royong stakeholder apa yang menjadi permasalahan bisa dilakukan segera mungkin di cari solusi," katanya.

Andri menambahkan, sebelum digelar Porprov, pihaknya akan memanggil terlebih dahulu dinas terkait dan pemangku kepentingan yang terlibat. Langkah tersebut demi menyukseskan event akbar tersebut.

"Pasti nanti kita sebagai bahan evaluasi sebagai tuan rumah Porprov ada dua hal yang ingin kita achieved (capai), kita capai sukses sebagai tuan rumah. Salah satunya dengan venue pertandingan yang siap sebelum pertandingan dan kedua sebagai peserta juara umum. Dan tahapan evaluasi itu bisa berkaitan dengan Porprov, pasti kita coba evaluasi," pungkasnya.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill