Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian jawaban Wali Kota terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas Raperda APBD tahun anggaran 2023.
Jawaban tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Tangerang, Rabu, 21 September 2022.
Sachrudin menjabarkan secara garis besar perihal pandangan fraksi-fraksi terkait Raperda APBD tahun anggaran 2023.
“Kami terus menggenjot inovasi digitalisasi di berbagai bidang mulai dari pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi, sistem pendidikan, dan sistem pelayanan publik lainnya,” terangnya.
Dalam hal infrastruktur dan tata ruang, ia menjabarkan kaitan upaya penurunan luas titik banjir dan genangan tahun 2022 ini seluas 46,7 Ha.
“Pelaksanaan pembangunan drainase makro sudah dalam perencanaan, begitu juga pembangunan polder dan embung yang sudah ada diharapkan dapat meminimalisir banjir dan genangan lokal,” tambah Sachrudin.
Ia menjelaskan terkait upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam menanggapi permasalahan sosial ekonomi terkait inflasi dan kenaikan BBM yang juga berdampak pada masyarakat di Kota Tangerang.
“Pelaksanaan bazar murah kita lakukan tersebar di 13 kecamatan se Kota Tangerang untuk membantu meringankan masyarakat. Kemudian distribusi bantuan sosial juga tengah berlangsung sebagai langkah Pemkot Tangerang dalam menekan laju inflasi dan pengendalian kenaikan BBM ini,” pungkasnya.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews