Connect With Us

Tragedi Bentrokan Suporter Sepak Bola hingga Tewas Juga Terjadi di Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Senin, 3 Oktober 2022 | 15:28

Ilustrasi tawuran. (Antara / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka dengan peristiwa kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menewaskan hingga ratusan orang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Penyebabnya dipicu suporter yang tidak terima kekalahan dari tim kesayangannya, hingga membuat aparat keamanan menembakkan gas air mata. Akibatnya, suporter yang berada di tribun panik mencoba menyelamatkan diri, hingga lemas dan terinjak-injak

Suporter klub sepakbola Indonesia memang telah terkenal begitu fanatik, sehingga tidak jarang timbul beragam konflik. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di Tangerang, baik yang melibatkan suporter asal Tangerang maupun luar daerah. Berikut beberapa daftar peristiwanya yang telah dirangkum TangerangNews:

 

1. Bentrokan Suporter Persita VS Persikota

Persita dan Persikota sempat menjadi rival berat selama bertahun-tahun meski sama-sama dari Tangerang. Setiap ada pertandingan, kedua suporter pun selalu terlibat bentrok.

Salah satu bentrokan antar suporter yang diberitakan TangerangNews.com, terjadi di Jalan Sukajadi, Karawaci, Kota Tangerang, Minggu, 25 November 2018.

Bentrokan ini bermula ketika rombongan suporter Persita hendak menyaksikan pertandingan di Stadion Benteng Taruna, Kota Tangerang.

Namun, kemudian muncul provokasi dari suporter Persikota sekitar pukul 15.40 WIB. Akibat dari bentrokan tersebut satu orang mengalami luka kepala bocor.

 

2. Dua Orang Tewas Akibat Terjebak di Tengah Tawuran Suporter

Peristiwa pilu ini melibatkan tiga korban yakni dua korban tewas, Muhammad Tomi, 17, dan Ahmad Hariri,15. Sedangkan korban luka adalah Ahmad Badrul Hikam,15.

Mereka bertiga adalah sepupu dan tinggal berdekatan di Kampung Sangiang, RT 04 RW 01, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Bermula ketika ketiganya berboncengan menaiki sepeda motor pada Senin, 18 April 2011 sore, seperti dikutip Detikcom.

Tanpa diduga, ternyata ada tawuran suporter di Kampung Pengasinan Periuk. Mereka terjebak di tengah pertikaian. Di depan mereka suporter Persikota, sementara di belakang suporter Persita.

Suporter Persita menyerang mereka. Hariri lantas tancap gas. Namun malang, mereka menabrak parit dan jatuh.

Hariri langsung ditikam obeng di paha kanannya, kemudian dipukuli secara bergantian hingga telinganya keluar darah. Kepala Tomi bahkan dibacok dengan senjata tajam, hingga kulit kepala belakangnya terkelupas.

 

3. Suporter Persita Tewas Dikeroyok saat Hendak Menonton Bola

Suhendi,16, tewas dikeroyok di wilayah Bulakan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat, 22 November 2019, dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam pada bagian perut dan punggung.

Peristiwa bermula ketika Suhendi ingin menonton pertandingan semifinal Liga 2 yang mempertemukan Persita Tangerang dengan Sriwijaya FC. Suhendi sempat dibawa ke RS Sari Asih Tangerang. Namun nyawa korban sudah tidak dapat ditolong, seperti dikutip dari Merdeka.com.

 

4. Pelajar SMP Suporter Persita Tewas Ditikam

Kejadian bermula ketika puluhan suporter Persita yang akan pulang menggunakan tiga kendaraan angkot, usai menyaksikan pertandingan tim kesayangannya di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Namun, setibanya di Jalan KH Hasyim Ashari, kendaraan yang mereka tumpangi dihadang sekelompok orang diduga suporter Persija. Tawuran antara kedua kelompok ini pun tak bisa dihindarkan pada Minggu, 26 Maret 2017.

Akibat dari tawuran tersebut, Ferdian Fikri, 14, meregang nyawa akibat mengalami luka tusukan di bagian dada kiri. Remaja asal Tanah Tinggi, Kota Tangerang ini sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. 

Demikian beberapa daftar dari tragedi yang melibatkan suporter Tangerang. Kejadian seperti ini terus berulang kali terjadi akibat fanatisme buta, sehingga tidak ragu untuk menghilangkan nyawa seseorang. Padahal, tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill