Muncul Surat Edaran Perubahan Transaksi Bank BRI ke Bank Lain dari Rp6.500 Jadi Rp150 Ribu Per Bulan, Ini Faktanya
Kamis, 16 April 2026 | 19:02
Sebuah surat yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) beredar di masyarakat dan media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka dengan peristiwa kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menewaskan hingga ratusan orang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.
Penyebabnya dipicu suporter yang tidak terima kekalahan dari tim kesayangannya, hingga membuat aparat keamanan menembakkan gas air mata. Akibatnya, suporter yang berada di tribun panik mencoba menyelamatkan diri, hingga lemas dan terinjak-injak
Suporter klub sepakbola Indonesia memang telah terkenal begitu fanatik, sehingga tidak jarang timbul beragam konflik. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di Tangerang, baik yang melibatkan suporter asal Tangerang maupun luar daerah. Berikut beberapa daftar peristiwanya yang telah dirangkum TangerangNews:
1. Bentrokan Suporter Persita VS Persikota
Persita dan Persikota sempat menjadi rival berat selama bertahun-tahun meski sama-sama dari Tangerang. Setiap ada pertandingan, kedua suporter pun selalu terlibat bentrok.
Salah satu bentrokan antar suporter yang diberitakan TangerangNews.com, terjadi di Jalan Sukajadi, Karawaci, Kota Tangerang, Minggu, 25 November 2018.
Bentrokan ini bermula ketika rombongan suporter Persita hendak menyaksikan pertandingan di Stadion Benteng Taruna, Kota Tangerang.
Namun, kemudian muncul provokasi dari suporter Persikota sekitar pukul 15.40 WIB. Akibat dari bentrokan tersebut satu orang mengalami luka kepala bocor.
2. Dua Orang Tewas Akibat Terjebak di Tengah Tawuran Suporter
Peristiwa pilu ini melibatkan tiga korban yakni dua korban tewas, Muhammad Tomi, 17, dan Ahmad Hariri,15. Sedangkan korban luka adalah Ahmad Badrul Hikam,15.
Mereka bertiga adalah sepupu dan tinggal berdekatan di Kampung Sangiang, RT 04 RW 01, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Bermula ketika ketiganya berboncengan menaiki sepeda motor pada Senin, 18 April 2011 sore, seperti dikutip Detikcom.
Tanpa diduga, ternyata ada tawuran suporter di Kampung Pengasinan Periuk. Mereka terjebak di tengah pertikaian. Di depan mereka suporter Persikota, sementara di belakang suporter Persita.
Suporter Persita menyerang mereka. Hariri lantas tancap gas. Namun malang, mereka menabrak parit dan jatuh.
Hariri langsung ditikam obeng di paha kanannya, kemudian dipukuli secara bergantian hingga telinganya keluar darah. Kepala Tomi bahkan dibacok dengan senjata tajam, hingga kulit kepala belakangnya terkelupas.
3. Suporter Persita Tewas Dikeroyok saat Hendak Menonton Bola
Suhendi,16, tewas dikeroyok di wilayah Bulakan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat, 22 November 2019, dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam pada bagian perut dan punggung.
Peristiwa bermula ketika Suhendi ingin menonton pertandingan semifinal Liga 2 yang mempertemukan Persita Tangerang dengan Sriwijaya FC. Suhendi sempat dibawa ke RS Sari Asih Tangerang. Namun nyawa korban sudah tidak dapat ditolong, seperti dikutip dari Merdeka.com.
4. Pelajar SMP Suporter Persita Tewas Ditikam
Kejadian bermula ketika puluhan suporter Persita yang akan pulang menggunakan tiga kendaraan angkot, usai menyaksikan pertandingan tim kesayangannya di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
Namun, setibanya di Jalan KH Hasyim Ashari, kendaraan yang mereka tumpangi dihadang sekelompok orang diduga suporter Persija. Tawuran antara kedua kelompok ini pun tak bisa dihindarkan pada Minggu, 26 Maret 2017.
Akibat dari tawuran tersebut, Ferdian Fikri, 14, meregang nyawa akibat mengalami luka tusukan di bagian dada kiri. Remaja asal Tanah Tinggi, Kota Tangerang ini sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.
Demikian beberapa daftar dari tragedi yang melibatkan suporter Tangerang. Kejadian seperti ini terus berulang kali terjadi akibat fanatisme buta, sehingga tidak ragu untuk menghilangkan nyawa seseorang. Padahal, tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia.
Sebuah surat yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) beredar di masyarakat dan media sosial.
TODAY TAGKamis sore yang tenang di Asrama Polisi Ciledug, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa.
Campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya pada anak-anak.
Masyarakat kini dapat membuat laporan polisi (LP) dan laporan kehilangan secara online melalui Super App Polri yang baru saja diluncurkan pada Selasa, 14 April 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews