Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com- Salah satu kawasan yang berlokasi di Jalan Gaji Unus, Gang Merpati 1, RT 005/RW 001, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, memiliki julukan unik sebagai Kampung Nastar.
Nama julukan itu datang lantaran sebagian besar warga yang mendiami kawasan tersebut memproduksi kue kering isi nanas atau kue nastar, terutama saat Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.
Rata-rata satu rumah di kampung ini bisa memproduksi sebanyak lebih dari seribu stoples nastar pesanan yang diterima secara kolektif maupun perseorangan.
Adapun harga nastar di Kampung Nastar dibanderol Rp 55 ribu hingga Rp 75 ribu per stoplesnya.
Asri, salah satu warga perajin nastar mengatakan, berkembangnya produksi nastar di kampung itu bermula dari salah seorang warga yang sudah terlebih dahulu memproduksi sejak tahun 1987.
"Awalnya sih sedikit sebenarnya hanya beberapa, cuma akhirnya banyak yang mulai ikut-ikut akhirnya jadi banyak yang produksi. Jadi dinamain Kampung Nastar," ujarnya dikutip, Selasa 18 April 2023.
Menurutnya, saat terdapat perayaan hari besar seperti lebaran, hampir seluruh warga Kampung Nastar akan mulai memproduksi kue kering isi nanas yang khas tersebut.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGPT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menetapkan penurunan tarif jasa kebandarudaraan hingga 50 persen bagi penumpang pesawat maupun maskapai penerbangan.
Enam orang yang mayoritas masih berusia remaja ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tangerang lantran menjalankan home industry narkotika sintetis. Mereka ditangkap di sebuah kontrakan dengan lokasi yang berbeda.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews