HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Sediakan Paket Sembako Murah Rp95 Ribuan
Selasa, 21 Juli 2026 | 17:30
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
TANGERANGNEWS.com- Salah satu kawasan yang berlokasi di Jalan Gaji Unus, Gang Merpati 1, RT 005/RW 001, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, memiliki julukan unik sebagai Kampung Nastar.
Nama julukan itu datang lantaran sebagian besar warga yang mendiami kawasan tersebut memproduksi kue kering isi nanas atau kue nastar, terutama saat Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.
Rata-rata satu rumah di kampung ini bisa memproduksi sebanyak lebih dari seribu stoples nastar pesanan yang diterima secara kolektif maupun perseorangan.
Adapun harga nastar di Kampung Nastar dibanderol Rp 55 ribu hingga Rp 75 ribu per stoplesnya.
Asri, salah satu warga perajin nastar mengatakan, berkembangnya produksi nastar di kampung itu bermula dari salah seorang warga yang sudah terlebih dahulu memproduksi sejak tahun 1987.
"Awalnya sih sedikit sebenarnya hanya beberapa, cuma akhirnya banyak yang mulai ikut-ikut akhirnya jadi banyak yang produksi. Jadi dinamain Kampung Nastar," ujarnya dikutip, Selasa 18 April 2023.
Menurutnya, saat terdapat perayaan hari besar seperti lebaran, hampir seluruh warga Kampung Nastar akan mulai memproduksi kue kering isi nanas yang khas tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
TODAY TAGBangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses
RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews