Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Kondisi Pasar Anyar Kota Tangerang semrawut akibat banyaknya pedagang yang menjajakan dagangannya hingga ke jalan raya.
Pantauan di lapangan, Selasa 18 April 2023, para pedagang membludak hingga ke jalan di simpang empat Jalan Nyimas Melati. Dampaknya membuat arus lalu lintas kerap terganggu. Alhasil, kepadatan kendaraan kerap terjadi di lokasi tersebut setiap pagi harinya.
Hal ini membuat warga gerah lantaran mengganggu akses jalan. Mereka berharap pedagang bisa berjualan lebih tertib dan Pemkot Tangerang merevitalisasi Pasar Anyar.
“Saya harap dirapihkan saja. Dikasih tempat agar pedagang dapat berjualan,” ujar Wuden Subandi, salah seorang warga, Selasa 18 April 2023.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya yakni Purwadi. Menurutnya, keberadaan para pedagang yang membludak membuat kesan kumuh wilayah tersebut, sehingga perlu dilakukan penertiban oleh pemerintah daerah setempat.
“Saya setuju kalau pasarnya rapih. Selama ini menurut yang saya lihat agak acak-acakan. Apalagi yang dekat pos pintu masuk pasar. Parah tuh di situ,” ucapnya.
Berdasarkan informasi, wacana revitalisasi Pasar Anyar sudah ada pada 2018 lalu. Di mana penataan pasar utama yang dimiliki PD Pasar Jaya Kota Tangerang tersebut akan menghabiskan dana sebesar Rp100 miliar.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKota Tangerang kini memiliki fasilitas Rumah Sehat BAZNAS Sahabat Paru. Program yang diinisasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan BAZNAS ini, sebagai upaya penanganan pasien tuberkulosis (TBC), khususnya bagi kasus TBC resistan obat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews