Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TANGERANGNEWS.com- Seorang bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan terlantar di tumpukan sampah pada sebuah lahan kosong di Jalan KH Kilin RT 004/RW 05, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Minggu, 15 Oktober 2023.
Kapolsek Batuceper Kompol Susida Aswita mengatakan, awalnya saksi mendengar suara tangisan yang berasal dari kantong plastik saat tengah melintas di lokasi, ketika diperiksa rupanya terdapat bayi dalam keadaan penuh darah dan ari-ari sekira pukul 07.45 WIB.
Warga kemudian melaporkan temuan bayi terbungkus dalam kantong plastik dengan dibalut kain handuk kecil berwarna cokelat ke pihak Piket Reskrim Polsek Batuceper pada pukul 08.00 WIB.
"Menurut keterangan dokter yang memeriksa kondisi bayi tersebut diperkirakan lahir sekitar jam 06.00 WIB di hari yang sama, karena darah tampak masih segar," jelas Susida dalam keterangannya, Senin, 16 Oktober 2023.
Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui bayi malang tersebut memiliki panjang 48 centimeter (cm), berat 2,9 kilogram, berkulit putih dan dalam keadaan sehat.

Saat ini, bayi tersebut masih dalam perawatan di rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan medis.
Sementara itu, pihak kepolisian masih memeriksa para saksi dan menyelidiki identitas dari kedua orang tua bayi.
"Polisi masih mendalami keberadaan Kedua orang tuanya," pungkasnya.
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TODAY TAGHelita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
Suasana hunian bergaya resort dengan pemandangan danau luas kini tak hanya bisa ditemukan di Bali. Konsep serupa mulai hadir di Tangerang lewat peluncuran klaster premium Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews