Connect With Us

Atasi Kemacetan di Rawa Bokor, Dishub Kota Tangerang Buka Sistem Looping

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 7 Maret 2024 | 12:21

Sistem looping diterapkan untuk atasi kemacetan di Rawa Bokor, Kota Tangerang, Kamis 7 Maret 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang melakukan rekayasa lalu lintas, untuk menguraikan kepadatan yang sering terjadi di ruas Jalan Husein Sastranegara, Rawa Bokor, Benda, Kota Tangerang.

Kepala Dishub Kota Tangerang Achmad Suhaely menuturkan, pembukaan rekayasa lalu lintas di Jalan Husein Sastranegara telah melewati proses pengkajian dan pembahasan yang matang.

Pembukaan rekayasa lalu lintas tersebut berbentuk penerapan mekanisme putar arah (looping) yang telah dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, yang menghubungkan Jalan Perancis dan Jalan Husein Sastranegara.

Lanjutnya, penerapan mekanisme putar arah tersebut merupakan bagian dari pembenahan sistem jaringan lalu lintas dan peningkatan aksesibilitas yang mengarah langsung ke wilayah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Kami telah menerapkan rekayasa lalu lintas ini sejak kemarin. Sambil berjalan, kami akan terus mendorong pihak Angkasa Pura II, pihak pengelola Tol Jakarta-Kunciran, serta Kementrian PUPR untuk bersama-sama berkolaborasi membenahi arus lalu lintas di sekitar Rawa Bokor,” ujar Suhaely, Rabu 6 Maret 2024.

Ia melanjutkan, rekayasa lalu lintas di Jalan Husein Sastranegara dinilai akan efektif mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut yang seringkali mengakibatkan kemacetan dari arah Kosambi, Tangerang Kota, dan Jakarta dari arah Tol Benda.

Tidak hanya itu, Dishub Kota Tangerang juga telah melengkapi infastruktur penerangan jalan untuk meningkatkan proteksi keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut.

“Cara ini dinilai yang paling tepat untuk mengantisipasi kemacetan yang sering terjadi di sekitar Rawa Bokor. Apalagi, mekanisme putar arah mampu membuat kendaraan dapat terus bergerak meski terjadi kepadatan, sehingga tidak menimbulkan antrean atau bahkan sampai kemacetan,” pungkasnya.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

KOTA TANGERANG
Akui Kemacetan Tak Bisa Diatasi Sepenuhnya, Maryono Minta Petugas Dishub Perbanyak Hadir di Jalan

Akui Kemacetan Tak Bisa Diatasi Sepenuhnya, Maryono Minta Petugas Dishub Perbanyak Hadir di Jalan

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:21

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengakui kemacetan lalu lintas belum dapat dihilangkan sepenuhnya.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill