Connect With Us

Wewenang dan Personel Terbatas Jadi Alasan Dishub Kota Tangerang Sulit Tindak Truk Tanah

Yanto | Jumat, 8 Maret 2024 | 18:37

Sekretaris Dishub Kota Tangerang Agus Wibowo. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang mengakui jika masih ada truk yang kerap beroperasi di luar jam operasional.

Namun keterbatasan wewenang dan personel menjadi kendala dishub dalam melakukan penindakan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Dishub Kota Tangerang Agus Wibowo usai menemui mahasiswa yang melakukan aksi demo terkait truk langgar jam operasional tersebut, Jumat 8 Maret 2024.

"Memang sering terjadi di Kota Tangerang, karena terbatasnya anggota kami di lapangan," ujarnya.

Namun, dishub juga tidak bisa menindak secara tegas, karena butuh penindakan bersama dengan instansi lain seperti Kepolisian.

"Harapan kami ada penindakan seperti truk dikandangi dan ada penahanan. Namun saat ditindak seperti penilangan, sopir truk tanah tersebut juga tidak jera dan tetap beroperasi di luar aturan," tukas Agus.

Jalan satu-satunya, dishub akan memberikan teguran secara tegas ke pihak perusahaan pemilik truk tanah tersebut.

"Kami akan mencari perusahaan truk tanah untuk dilakukan dialog agar mereka mematuhi jam operasional di Kota Tangerang," papar Agus.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill