Connect With Us

Istri Korban KDRT di Cipondoh Sempat Teriak Minta Tolong, Tapi Warga Enggan Ikut Campur

Yanto | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:44

Potongan video aksi KDRT suami terhadap istrinya sendiri di Tangerang diunggah oleh akun Instagram pribadi anggota DPR RI Ahmad Sahroni, @ahmadsahroni88. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Istri korban KDRT suaminya di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu 18 Agustus 2024, kemarin, sempat berteriak meminta tolong. Namun tidak ada satupun warga yang berupaya menyelamatkannya.

Agus, satpam komplek setempat mengatakan tetangga sekitar mengetahui aksi KDRT yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut. Namun mereka enggan ikut campur karena masalah keluarga.

"Banyak tetangga setempat pada keluar rumah. Tapi posisi dalam teras ngintip dari dalam pagar, yang saya tahu, mungkin tidak mau negor, karena kasus tersebut masalah keluarga," katanya.

Korban berinisial R, 30, dan pelaku yang diketahui bernama Malvin Arnaldo, 48, merupakan pedagang sayuran yang menggunakan mobil boks.

Mereka tinggal mengontrak di Jalan Palem 1, Blok E-726, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh.

"Dia tiap hari jualan sayur, tapi menggunakan mobil boks. Bahan-bahan sayur kualitas impor seperti alpukat, wortel, dan lain-lain. Mereka ngontrak bukan warga asli," imbuhnya.

Dirinya, berharap untuk kedepannya warga setempat peka dalam kasus KDRT, karena perbuatan tersebut sangat membahayakan korban.

"Keinginan saya kalau ada warga mengetahui kasus KDRT untuk segera menegor pelaku. Kalau bisa jangan cuek, karna sangat membahayakan korban yang jadi bulan-bulanan oleh suaminya sendiri," kata Agus.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill