PLN Targetkan Capai 8.000 Peserta Electric Run 2026
Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:05
PT PLN (Persero) kembali menggelar PLN Electric Run 2026 dengan mengusung tema "Powering Our Green Future".
TANGERANGNEWS.com-Guna mengantisipasi datangnya musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang masif melakukan normalisasi kali-kali dan saluran drainase, yang berada di tengah-tengah permukiman warga.
“Pemkot Tangerang jauh sebelum musim penghujan datang, sudah menyicil untuk melakukan normalisasi saluran drainase dari primer, sekunder dan tersier,” ungkap Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni, Jumat 6 November 2024.
Ia pun menjelaskan, sejauh ini normalisasi yang dilakukan Tim DPUPR Kota Tangerang sudah mencapai 80 embung, 60 sungai, hingga 8.071 saluran drainase dan kali-kali di dalam permukiman.
Selain ini, DPUPR juga melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan pada 1.350 unit pintu air serta 879 pompa banjir.
"Tentu, hal ini sebagai salah satu langkah meminimalkan potensi banjir yang kerap terjadi di musim penghujan," tambahnya.
DPUPR Kota Tangerang juga melakukan kesiapan operasi rumah pompa, untuk memperbaiki maupun memelihara rumah-rumah pompa yang ada di Kota Tangerang.
Jadi, saat musim hujan bisa beroperasi dengan maksimal.
“Di musim penghujan ini, DPUPR Kota Tangerang juga telah menyiapkan tim lapangan yang siap bergerak cepat jika ditemukan adanya beberapa kendala pada saluran. Tim ini, disiagakan untuk bisa langsung menangani sumbatan-sumbatan aliran air karena sampah atau kayu,” tutupnya.
PT PLN (Persero) kembali menggelar PLN Electric Run 2026 dengan mengusung tema "Powering Our Green Future".
TODAY TAGKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews